Tampilkan postingan dengan label Pasar Balaraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasar Balaraja. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2008

Polisi dan Pedagang Balaraja Bentrok


Polisi dan Pedagang Balaraja Bentrok
TANGERANG (SINDO)-Puluhan pedagang Pasar Balaraja Kabupaten Tangerang terlibat bentrok fisik dengan aparat kepolisian di kantor Bupati Tangerang, kemarin. Akibat bentrokan itu, dua pedagang dan satu anggota polisi terluka.

Aksi demonstrasi yang berjalan sejak pukul 10.00 -13.00 WIB itu tersulut karena dari pihak Pemkab Tangerang yang ditunggu para pedagang enggan menemui mereka. Setelah lama berorasi, aksi yang semula damai menjadi rusuh.

Pantauan SINDO, benturan berawal dari aksi teaterical yang memerankan pejabat Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugandhi yang dianggap para pedagang telah membuat “kusut” pembangunan Pasar Balaraja. Pada aksi itu, pedagang yang berperan sebagai Asda II dilempari pedagang dengan buah tomat.

Akibat aksi itu, suasana memanas, pasalnya buah tomat yang dilempar juga mengenai anggota polisi yang menjaga ketat aksi mereka. Setelah menyelesaikan aksi teaterical itu, para pedagang berdiri dan mendekatkan diri ke gedung bupati. Melihat itu, anggota kepolisian yang membentuk barikade barisan mencegah agar para pedagang tidak masuk. Bentrokan pun selama 10 menit tak dapat terelakan, polisi akhirnya berhasil memukul mundur para pedagang. Dua orang pedagang sempat dipukuli dan diamankan petugas polisi.

Wakapolsek Tigaraksa Iptu Kosasih mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas, selam aksi berjalan damai dirinya tidak akan mengusir mereka. Namun jika sudah anarkis, polisi akan bertindak tegas. “Satu orang anggota kami terluka, tangannya robek karena dipukul pedagang, sedangkan dua pedang yang kami amankan telah dilepas kembali,” katanya.

Sementara itu, pada aksi tersebut pedagang menuntut Pemkab Tangerang, khususnya Asda II Deden Sugandhi bertanggung jawab karena telah menyebabkan pasar itu terbengkalai karena belum juga dibangun kembali. “Pak Deden yang merekomendasikan PT Perdana Arta Carida (PAC) sebagai pengganti pengembang yang lama. Proyek ini syarat akan kepentingan dia. Akibatnya kami yang sudah bayar dirugikan,2003-saat ini belum juga dibangun,” ucap Ahmad Zamroni salah seorang pedagang pakaian, seraya menerangkan dari Rp70 juta/kios, ribuan pedagang sudah membayar 20-30%.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Entus Satibi berkomentar, DPRD sudah menekan pengembang yang baru untuk menyelesaikannya. Namun karena pada surat kontak tidak ada pengaturan tentang batas waktu, pihaknya terpaksa harus menunggu janji baru PT PAC yang rencananya akan menyelesaikannya pada tahun ini. “Masak kita tekan lagi, pengembang sudah memiliki niatan baik kok. Dan ini sudah bagus buat kami,” katanya.

Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugadhi saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya merasa ada kesalahan atas tuntutan para pedagang. “Saya tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini, justru kami malah berupaya mendorong agar pembangunan pasar itu dilanjutkan,” kilahnya.(denny irawan)

Kamis, 21 Februari 2008

Tak Ada Kepastian Dibangun , Pasar Balaraja Terlantar

Tak Ada Kepastian Dibangun , Pasar Balaraja Terlantar
TANGERANG (SINDO)-Pedagang pasar Balaraja mempertanyakan kepastian rencana pembangunan kembali pasar tersebut. Pasalnya sejak 2005 hingga saat ini, pembangunannya tidak lagi dilanjutkan tanpa kepastian. Ironisnya pihak terkait yang bertanggung jawab pada proyek pembangunan pasar itu terkesan ‘cuci tangan’ dan saling menyalahkan tanpa ada solusi.

Ketua Aliansi Pedagang Balaraja Kholid Ismail mengancam akan membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari ) Tangerang karena Pemkab Tangerang tidak memperdulikan nasib mereka.”Proyek ini terhenti karena pada saat pembangunan pasar sarat dengan kepentingan antar pejabat di Pemkab Tangerang,” ucap Kholid, kemarin.

Dirut Perusahaan Daerah Pasar Niaga Kerta Raharja (PD-PNKR) Kabupaten Tangerang Djanapi mengaku tak berdaya untuk menyelesaikannya. Dia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya bersama Pemkab dan DPRD Kabupaten Tangerang sudah berulang kali menggelar serangkaian pembahasan terkaitan pembangunan pasar Balaraja. “Kami bersama Asda II Sekda Kabupaten Pak Deden Sugandi serta pihak pengembang PT Perdana Arta Carida (PAC) tengah mengadakan evaluasi menyangkut pasar Balaraja ini, pekan lalu. Jawaban pengembang PT PAC ini, menyatakan masih sanggup meneruskan pembangunannya,” ungkap Djanapi.
Saat ditanya kapan akan dibangun dan kapan akan selesainya, Djanapi mengaku masih menggu evaluasi kedua yang jatuh pada 28 Februari mendatang.

Menyoal lambannya penanganan proyek pasar tersebut, Djanapi menuding bahwa pihak pengembanglah yang tidak serius.“Keadaan yang terjadi di lapangan seperti pembangunannya baru sekitar 20%, karena pengembang yang lama yakni PT Cikupa Raya Semesta (CRS) tidak serius, mereka hanya baru membangun pondasinya,” tegasnya.

Saat dimintai komentarnya, pengawas pembangunan pengembang pasar Balaraja yang lama Ahmad Yani dari PT CRS menolak keras pernyataan Djanapi. “Itu tidak benar, lihat sendiri dilapangan, dan mari kita buktikan di Kejaksaan,” ucapnya keras. Pihaknya justru mempertanyakan kelanjutan proyek itu setelah perusahaan mereka diputus kontraknya. Sebab, kata dia, hingga saat ini tidak ada perkembangannya.” Kami meminta jangan kami dijadikan kambing hitam terus, jika tidak kami akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang Syarufullah menyatakan, pihaknya sudah mengagendakan pemanggilan terhadap pihak terkait di Pemkab Tangerang guna meminta penjelasan kinerja penanganan pasar itu. “Kami nanti akan panggil Pak Deden yang mengetahui pengawasan masalah ini. Ketua Dewan pun meminta komisi kami menindaklanjutinyai,” terang politisi PKS ini. Diakuinya, Komisi D pernah mencoba menemui pengembang Pasar Balaraja, namun selalu gagal. “Kami akan tekan permasalahan ini agar pedagang dan pasar itu tidak terlantar dan segera dibangun,” tandasnya. (denny irawan)

puteriku

puteriku
Meidin Nazma Luthfiny

------tentang saya-------------

Foto saya
Saya adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara,yakni Devie Indriyanti dan Galang Syifa Rachmadi. Orang tua saya berasal dari Jawa Barat tepatnya Sumedang. Ayah Saya bernama Chasli Sutisna dan Bunda saya Siti Nurjamilah. Sedangkan Istri tercinta bernama Revieta.

Albert Einstein

Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".

File Tulisan

-

Selamat Datang di Blog Denny Irawan

Arsip Blog