Kamis, 21 Februari 2008
Tak Ada Kepastian Dibangun , Pasar Balaraja Terlantar
Tak Ada Kepastian Dibangun , Pasar Balaraja Terlantar
TANGERANG (SINDO)-Pedagang pasar Balaraja mempertanyakan kepastian rencana pembangunan kembali pasar tersebut. Pasalnya sejak 2005 hingga saat ini, pembangunannya tidak lagi dilanjutkan tanpa kepastian. Ironisnya pihak terkait yang bertanggung jawab pada proyek pembangunan pasar itu terkesan ‘cuci tangan’ dan saling menyalahkan tanpa ada solusi.
Ketua Aliansi Pedagang Balaraja Kholid Ismail mengancam akan membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari ) Tangerang karena Pemkab Tangerang tidak memperdulikan nasib mereka.”Proyek ini terhenti karena pada saat pembangunan pasar sarat dengan kepentingan antar pejabat di Pemkab Tangerang,” ucap Kholid, kemarin.
Dirut Perusahaan Daerah Pasar Niaga Kerta Raharja (PD-PNKR) Kabupaten Tangerang Djanapi mengaku tak berdaya untuk menyelesaikannya. Dia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya bersama Pemkab dan DPRD Kabupaten Tangerang sudah berulang kali menggelar serangkaian pembahasan terkaitan pembangunan pasar Balaraja. “Kami bersama Asda II Sekda Kabupaten Pak Deden Sugandi serta pihak pengembang PT Perdana Arta Carida (PAC) tengah mengadakan evaluasi menyangkut pasar Balaraja ini, pekan lalu. Jawaban pengembang PT PAC ini, menyatakan masih sanggup meneruskan pembangunannya,” ungkap Djanapi.
Saat ditanya kapan akan dibangun dan kapan akan selesainya, Djanapi mengaku masih menggu evaluasi kedua yang jatuh pada 28 Februari mendatang.
Menyoal lambannya penanganan proyek pasar tersebut, Djanapi menuding bahwa pihak pengembanglah yang tidak serius.“Keadaan yang terjadi di lapangan seperti pembangunannya baru sekitar 20%, karena pengembang yang lama yakni PT Cikupa Raya Semesta (CRS) tidak serius, mereka hanya baru membangun pondasinya,” tegasnya.
Saat dimintai komentarnya, pengawas pembangunan pengembang pasar Balaraja yang lama Ahmad Yani dari PT CRS menolak keras pernyataan Djanapi. “Itu tidak benar, lihat sendiri dilapangan, dan mari kita buktikan di Kejaksaan,” ucapnya keras. Pihaknya justru mempertanyakan kelanjutan proyek itu setelah perusahaan mereka diputus kontraknya. Sebab, kata dia, hingga saat ini tidak ada perkembangannya.” Kami meminta jangan kami dijadikan kambing hitam terus, jika tidak kami akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang Syarufullah menyatakan, pihaknya sudah mengagendakan pemanggilan terhadap pihak terkait di Pemkab Tangerang guna meminta penjelasan kinerja penanganan pasar itu. “Kami nanti akan panggil Pak Deden yang mengetahui pengawasan masalah ini. Ketua Dewan pun meminta komisi kami menindaklanjutinyai,” terang politisi PKS ini. Diakuinya, Komisi D pernah mencoba menemui pengembang Pasar Balaraja, namun selalu gagal. “Kami akan tekan permasalahan ini agar pedagang dan pasar itu tidak terlantar dan segera dibangun,” tandasnya. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Pedagang pasar Balaraja mempertanyakan kepastian rencana pembangunan kembali pasar tersebut. Pasalnya sejak 2005 hingga saat ini, pembangunannya tidak lagi dilanjutkan tanpa kepastian. Ironisnya pihak terkait yang bertanggung jawab pada proyek pembangunan pasar itu terkesan ‘cuci tangan’ dan saling menyalahkan tanpa ada solusi.
Ketua Aliansi Pedagang Balaraja Kholid Ismail mengancam akan membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari ) Tangerang karena Pemkab Tangerang tidak memperdulikan nasib mereka.”Proyek ini terhenti karena pada saat pembangunan pasar sarat dengan kepentingan antar pejabat di Pemkab Tangerang,” ucap Kholid, kemarin.
Dirut Perusahaan Daerah Pasar Niaga Kerta Raharja (PD-PNKR) Kabupaten Tangerang Djanapi mengaku tak berdaya untuk menyelesaikannya. Dia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya bersama Pemkab dan DPRD Kabupaten Tangerang sudah berulang kali menggelar serangkaian pembahasan terkaitan pembangunan pasar Balaraja. “Kami bersama Asda II Sekda Kabupaten Pak Deden Sugandi serta pihak pengembang PT Perdana Arta Carida (PAC) tengah mengadakan evaluasi menyangkut pasar Balaraja ini, pekan lalu. Jawaban pengembang PT PAC ini, menyatakan masih sanggup meneruskan pembangunannya,” ungkap Djanapi.
Saat ditanya kapan akan dibangun dan kapan akan selesainya, Djanapi mengaku masih menggu evaluasi kedua yang jatuh pada 28 Februari mendatang.
Menyoal lambannya penanganan proyek pasar tersebut, Djanapi menuding bahwa pihak pengembanglah yang tidak serius.“Keadaan yang terjadi di lapangan seperti pembangunannya baru sekitar 20%, karena pengembang yang lama yakni PT Cikupa Raya Semesta (CRS) tidak serius, mereka hanya baru membangun pondasinya,” tegasnya.
Saat dimintai komentarnya, pengawas pembangunan pengembang pasar Balaraja yang lama Ahmad Yani dari PT CRS menolak keras pernyataan Djanapi. “Itu tidak benar, lihat sendiri dilapangan, dan mari kita buktikan di Kejaksaan,” ucapnya keras. Pihaknya justru mempertanyakan kelanjutan proyek itu setelah perusahaan mereka diputus kontraknya. Sebab, kata dia, hingga saat ini tidak ada perkembangannya.” Kami meminta jangan kami dijadikan kambing hitam terus, jika tidak kami akan melakukan upaya hukum,” tegasnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang Syarufullah menyatakan, pihaknya sudah mengagendakan pemanggilan terhadap pihak terkait di Pemkab Tangerang guna meminta penjelasan kinerja penanganan pasar itu. “Kami nanti akan panggil Pak Deden yang mengetahui pengawasan masalah ini. Ketua Dewan pun meminta komisi kami menindaklanjutinyai,” terang politisi PKS ini. Diakuinya, Komisi D pernah mencoba menemui pengembang Pasar Balaraja, namun selalu gagal. “Kami akan tekan permasalahan ini agar pedagang dan pasar itu tidak terlantar dan segera dibangun,” tandasnya. (denny irawan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
puteriku
Meidin Nazma Luthfiny
------tentang saya-------------
- densindo
- Saya adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara,yakni Devie Indriyanti dan Galang Syifa Rachmadi. Orang tua saya berasal dari Jawa Barat tepatnya Sumedang. Ayah Saya bernama Chasli Sutisna dan Bunda saya Siti Nurjamilah. Sedangkan Istri tercinta bernama Revieta.
WEBSITE
Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
File Tulisan
- bandara (1)
- bea cukai (3)
- buaya (1)
- Buta Aksara (1)
- calon jamaah (1)
- grafis bea cukai (1)
- Jalan Alternatif (1)
- JALAN RUSAK (1)
- kanker (1)
- kebakaran (1)
- kokain (2)
- konversi minyak (1)
- Pasar (1)
- Pasar Balaraja (2)
- PERS (1)
- persaingan mal (1)
- pilkada (1)
- PLN (1)
- pokja (1)
- raskin (4)
- RS Honoris (1)
- sekolah rubuh (2)
- TKI (2)
- unis (2)
-
Selamat Datang di Blog Denny Irawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar