
Tampilkan postingan dengan label sekolah rubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah rubuh. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Februari 2008
Sekolah Rusak Parah Capai 1.086 di Tangerang

TANGERANG (SINDO)-Dari 7.746 ruang kelas SDN di Kabupaten, sebanyak 4.999 dalamkondisi baik sedangkan yang dalam kondisi rusak mencapai 1.261, dan yang mangalamikerusakan paling parah sebanyak 1.086. Kerusakan itu terjadi dihampir setiap ruangdi 962 SDN.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang Ahmad Suwandimengatakan, laporan itu didapati setelah Pemkab Tangerang melakukan pemeriksaanterhadap seluruh SDN menyusul adanya tiga sekolah yang bangunannya hampir roboh.Selain itu karena, di Kabupaten Tangerang masih banyak sekolah yang usianyapembangunannya pada tahun 1970-1980an. ”Umumnya kerusakan itu terjadi dibagianatap. Seperti bocor, plafon terbuka, kaca jendela hilang dan tiang penyangga yangmulai rapuh,” tegasnya, kemarin kepada SINDO.
Sementara kerusakan lainnya terjadi dibagian bawah, seperti ubin dan kusen pintusudah rusak sehingga bangunannya sudah perlu direhab total. “Untuk yang rusakringan tingkat kerusakan hanya mencapai 20-30 %, seperti atap bocor,langit-langit ruangan banyak yang lepas,” katanya.
Untuk membangunnya, Pemkab Tangerang mengaku sangat kesulitan sebab pihaknyamemiliki anggaran yang terbatas. “Satu ruang kelas untuk yang rusak parah bisamencapai Rp74-95 juta, sedangkan untuk ruang yang tidak terlalu parah berkisarRp30-40 jutaan,” ucapnya. Meski kesulitan dengan dana, menurutnya Pemkab Tangerang telah bertekad pada 2008 ini akan menyelesaikan perbaikan sebanyak 543 ruangkelas. Sebelumnya, tiga sekolah di Kabupaten Tangerang nyaris roboh karena hujan deras.
Ketiga sekolah itu antara lain, SMAN I Rajeg, SDN Cempaka 3, Cisoka dan SDNRawa Boni 3, Paku Haji. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang Rd Dahyat Tunggara sempat meninjaulokasi sekolah rusak menyatakan, pihaknya mendesak agar seluruh kaso bangunansekolah itu segera diganti. Pasalnya sangat membahayakan, siswa-siswidi masing-masing sekolah.“Demi keselamatan siswa serta menjaga keberlangsungankegiatan belajar mengajar, ganti saja semua bagian yang diduga bermasalah,”tandasnya.(denny irawan)
Jumat, 22 Februari 2008
Lagi, Dua Sekolah di Tangerang Nyaris Roboh
Lagi, Dua Sekolah di Tangerang Nyaris Roboh
TANGERANG (SINDO)-Dua sekolah di Kabupaten Tangerang kembali nyaris roboh bangunannya. Keduanya adalah SDN Cempaka 3, Cisoka dan SDN Rawa Boni 3, Paku Haji. Sama dengan SMAN I Rajeg, yang telah lebih dulu roboh beberapa pekan lalu, bangunan ini juga baru digunakan sekitar lima bulan.
Ketua Komite SDN Cempaka 3 Desa Cempaka Mahadi mengatakan dari 9 ruang kelas dua ruangan yaitu kelas VI, V dikhawatirkan ambruk, karena sudah miring. Menurutnya, penyebab miringnya bangunan itu dikarenakan bagian penyangga bangunan terbuat dari kayu. “Kayu penyangganya rapuh, ini sangat mengkhawatirkan kami sebagai orang tua murid, takut nanti terjadi apa-apa, sebab bangunan sekolah menjadi melengkung,” kata Mahadi yang tinggal di RT03/04 Desa Cempaka, Kec Cisoka, Kabupaten Tangerang, kemarin.
Mahadi mengetahui betul bangunan sekolah itu baru dibangun dan digunakan sekitar lima bulan yang lalu. Karenanya dia dan orang tua murid lainnya bingung sekolah yang dibangun dengan biaya sekitar Rp900 jutaan secepat itu mengalami kerusakan. Selain SDN Cempaka, di desa lainnya, SDN Rawa Boni 3, Kec Paku Haji mengalami kondisi lebih parah lagi dari sekolah lainnya. Tiga ruang kelas miring dengan kerusakan yang sangat mengkhawatirkan, cat tembok mengelupas.“Padahal selesainya sama dengan SDN lainnya, yakni sekitar lima bulan yang lalu,” tukas Kepala SDN Rawa Boni 3, Sukadiyono.
Akibat permasalahan tersebut, Sukadiyo terpaksa melakukan sistem roling, atau bergantian pada saat melakukan kegiatan pengajaran. “Sebab sekolah ini hanya memiliki enam ruang kelas. Karena separuhnya rusak, maka siswa harus bergantian menggunakan ruang kelas. Sebab kami tidak mau menanggung resiko, apalagi cuaca buruk seperti ini,” tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tangerang Achmad Suwandi enggam berkomentar seputar kerusakan yang terjadi itu. Menurutnya, apa yang telah terjadi bukanlah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan Dinas Bangunan dan Permukiman. “Coba tanyakan ke sana saja, kita tidak ada kaitannya pada bangunan sekolah,” ucapnya.
Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Muhammad Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mendengar laporan itu saat ini dirinya sedang mencari tahu apa-apa saja kontruksi yang rusak. Setelah itu, kata dia, nantinya Pemkab Tangerang akan meminta pertanggung jawaban terhadap kontraktor yang memenangkan tender sekolah-sekolah tersebut. “Melihat waktunya, kemungkinan besar bangunan itu dibangun tak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Jika memang benar tentunya hal ini akan kita kejar ke pemenang proyeknya,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi justru menuding Pemkab Tangerang yang lengah mengawasi kinerja kontrkator itu. Menurutnya, tidak seharusnya pihak Dinas Bangunan dan Permukiman melepas tanggung jawab sebegitu mudah. “Itu kan tugas mereka, mereka yang mengerti siapa yang berhak menang dalam tender,” tegasnya. Arif meminta seluruh bangunan itu segera ditinjau ulang, sebelum ada korban yang jatuh. “Demi keselamatan siswa serta menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, ganti saja semua bagian yang diduga bermasalah,”tandasnya.(denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Dua sekolah di Kabupaten Tangerang kembali nyaris roboh bangunannya. Keduanya adalah SDN Cempaka 3, Cisoka dan SDN Rawa Boni 3, Paku Haji. Sama dengan SMAN I Rajeg, yang telah lebih dulu roboh beberapa pekan lalu, bangunan ini juga baru digunakan sekitar lima bulan.
Ketua Komite SDN Cempaka 3 Desa Cempaka Mahadi mengatakan dari 9 ruang kelas dua ruangan yaitu kelas VI, V dikhawatirkan ambruk, karena sudah miring. Menurutnya, penyebab miringnya bangunan itu dikarenakan bagian penyangga bangunan terbuat dari kayu. “Kayu penyangganya rapuh, ini sangat mengkhawatirkan kami sebagai orang tua murid, takut nanti terjadi apa-apa, sebab bangunan sekolah menjadi melengkung,” kata Mahadi yang tinggal di RT03/04 Desa Cempaka, Kec Cisoka, Kabupaten Tangerang, kemarin.
Mahadi mengetahui betul bangunan sekolah itu baru dibangun dan digunakan sekitar lima bulan yang lalu. Karenanya dia dan orang tua murid lainnya bingung sekolah yang dibangun dengan biaya sekitar Rp900 jutaan secepat itu mengalami kerusakan. Selain SDN Cempaka, di desa lainnya, SDN Rawa Boni 3, Kec Paku Haji mengalami kondisi lebih parah lagi dari sekolah lainnya. Tiga ruang kelas miring dengan kerusakan yang sangat mengkhawatirkan, cat tembok mengelupas.“Padahal selesainya sama dengan SDN lainnya, yakni sekitar lima bulan yang lalu,” tukas Kepala SDN Rawa Boni 3, Sukadiyono.
Akibat permasalahan tersebut, Sukadiyo terpaksa melakukan sistem roling, atau bergantian pada saat melakukan kegiatan pengajaran. “Sebab sekolah ini hanya memiliki enam ruang kelas. Karena separuhnya rusak, maka siswa harus bergantian menggunakan ruang kelas. Sebab kami tidak mau menanggung resiko, apalagi cuaca buruk seperti ini,” tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Tangerang Achmad Suwandi enggam berkomentar seputar kerusakan yang terjadi itu. Menurutnya, apa yang telah terjadi bukanlah tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, melainkan Dinas Bangunan dan Permukiman. “Coba tanyakan ke sana saja, kita tidak ada kaitannya pada bangunan sekolah,” ucapnya.
Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman Muhammad Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mendengar laporan itu saat ini dirinya sedang mencari tahu apa-apa saja kontruksi yang rusak. Setelah itu, kata dia, nantinya Pemkab Tangerang akan meminta pertanggung jawaban terhadap kontraktor yang memenangkan tender sekolah-sekolah tersebut. “Melihat waktunya, kemungkinan besar bangunan itu dibangun tak sesuai dengan spesifikasi yang ada. Jika memang benar tentunya hal ini akan kita kejar ke pemenang proyeknya,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi justru menuding Pemkab Tangerang yang lengah mengawasi kinerja kontrkator itu. Menurutnya, tidak seharusnya pihak Dinas Bangunan dan Permukiman melepas tanggung jawab sebegitu mudah. “Itu kan tugas mereka, mereka yang mengerti siapa yang berhak menang dalam tender,” tegasnya. Arif meminta seluruh bangunan itu segera ditinjau ulang, sebelum ada korban yang jatuh. “Demi keselamatan siswa serta menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, ganti saja semua bagian yang diduga bermasalah,”tandasnya.(denny irawan)
Langganan:
Postingan (Atom)
puteriku
Meidin Nazma Luthfiny
------tentang saya-------------
- densindo
- Saya adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara,yakni Devie Indriyanti dan Galang Syifa Rachmadi. Orang tua saya berasal dari Jawa Barat tepatnya Sumedang. Ayah Saya bernama Chasli Sutisna dan Bunda saya Siti Nurjamilah. Sedangkan Istri tercinta bernama Revieta.
WEBSITE
Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
File Tulisan
- bandara (1)
- bea cukai (3)
- buaya (1)
- Buta Aksara (1)
- calon jamaah (1)
- grafis bea cukai (1)
- Jalan Alternatif (1)
- JALAN RUSAK (1)
- kanker (1)
- kebakaran (1)
- kokain (2)
- konversi minyak (1)
- Pasar (1)
- Pasar Balaraja (2)
- PERS (1)
- persaingan mal (1)
- pilkada (1)
- PLN (1)
- pokja (1)
- raskin (4)
- RS Honoris (1)
- sekolah rubuh (2)
- TKI (2)
- unis (2)
-
Selamat Datang di Blog Denny Irawan