Jumat, 26 Desember 2008

UU Tangerang Selatan

Pemerintah Kabupaten Tangerang mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan.

Sosialisasi dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Ismet Iskandar dihadapan 300 tokoh masyarakat, organisasi kemasyaratan Tangerang Selatan di Gading Golf, Gading Serpong, Jumat (26/12).

Ismet mengatakan dengan telah di undang-undangkannya pembentukan kota baru itu, maka peresmian Kota Tangerang Selatan dan pelantikan pejabat sementara Wali Kota Tangerang Selatan akan segera dilakukan. "Paling lambat setelah enam bulan UU ini berlaku," katanya.

Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, menurut Ismet, disahkan sejak tanggal 28 November 2008. Dalam undang-undang itu diatur tentang tata cara pembentukan pemerintahan, penjabat wali kota, penyusunan struktur organisasi tata kerja daerah hingga pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Kota Tangerang Selatan terbentuk pada tanggal 29 oktober 2008 setelah Dewan Perwakilan Rakyat mengetuk palu tanda setuju terbentuknya kota baru itu. Kota Tangerang Selatan terdiri dari tujuh kecamatan yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren dan Setu.

Minggu, 26 Oktober 2008

Wahidin Halim Unggul Telak

TANGERANG (SINDO)-Calon incumbent Wali Kota Tangerang Wahidin Halim yang berpasangan dengan wakilnya Arief Rachadiono Wishmansyah berdasarkan perhitungan cepat (quick count) KPUD Kota Tangerang unggul telak.

Hingga pukul 18.30 WIB, pasangan itu mendapat perolehan suara 40.557 atau 88.49 % suara, disusul pasangan nomor urut 2 Mohammad Bonnie Mufidjar-Diedy Faried Wadjdy sebanyak 4.488 atau 9,79 % suara. Sedangkan nomor urut 3 pasangan Ismet Sadeli Hasan-Mahfudz Abdullah yang mendaftar dari jalur perseorangan (independet) hanya mendapat 1,71% suara atau sebanyak 785 suara.

Perhitungan itu menurut Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami adalah hasil sementara dari perhitungan sebanyak 148 tempat pemungutan suara (TPS) dari 2.276 TPS dengan total pemilih sebanyak 48.830 dari 972.207 daftar pemilih tetap (DPT).

“Selain itu hingga saat ini kami menghitung jumlah suara yang menggunakan hak pilihnya sekitar 70%. Atas perolehan ini tidak menjadi dasar hukum, ini hanya bersifat informasi dari hasil perhitungan cepat teknologi informasi,” ucap Imron, kemarin malam.


HAMPIR SAMA

Hampir sama dengan quick count yang dilakukan KPUD Kota Tangerang, Perhitungan cepat yang dilakukan lembaga survei dari dua gabungan lembaga swadaya pun nyaris sama dengan itu. Kedua lembaga itu yakni, Jaringan Isu Publik (JIP) dan Lingkaran Survei Indonesia (bukan Lembaga Survei Indonesia).


Berdasarkan perhitungan dua lembaga itu, pasangan Wahidin Halim- Arief Rachadiono Wishmansyah yang diusung oleh 13 partai, yakni (1)Golkar (2)PAN (3)Demokrat (4)PPP (5)PDIP (6)PPRN (7)Patriot (8)PDS (9)PKNU (10)PBR (11)PBB (12)PSI (13)PKPB, dengan total perolehan prosentase 87,9%.


Sedangkan pasangan Mohammad Bonnie Mufidjar-Diedy Faried Wadjdy yang diusung PKS mendapat 10,11%. Sementara pasangan Ismet Sadeli Hasan-Mahfudz Abdullah hanya mendapat 1,99 %.


Pihak JIP dan LSI mengambil sampel itu dari 249 TPS. “Hasil dari 249 TPS ini dapat mewakili atau menggambarkan hasil dari wilayah di Kota Tangerang yang terdiri dari 2.276 TPS,” kata Fajar Tamin Kepala Divisi Strategi Lingkaran Survei Indonesia yang mengaku hasil perhitungan seperti ini pernah mereka lakukan sebanyak 61 kali, dan Pilkada Kota Tangerang adalah ke-62 kali.

Sampling itu didapatinya dari empat zona dengan jumlah keseluruhan diungguli pasangan Wahidin-Aried. Zona pertama, yakni Kecamatan Batuceper, Benda, Neglasari pasangan Wahidin- Arief 90,2%, Bonnie-Diedy 7,92% dan Ismet-Mahfudz 1,96%.

Zona dua Cibodas, Jatiuwung Wahidin- Arief 86,42 %, Bonnie-Diedy 11,49%, Ismet-Mahfudz 2,09%. Zona tiga Kecamatan Pinang, Cipondoh Wahidin- Arief 90,2% , Bonnie-Diedy 8,29%, Ismet-Mahfudz 1,59%.


Sedangkan zona keempat, Kecamatan Karawaci dan Tangerang Wahidin- Arief 85,87% ,Bonnie-Diedy 11,6% dan Ismet-Mahfudz 2,54%. Kedua lembaga survei itu mencatat, ada beberapa faktor yang menyebabkan menangnya Wahidin-Arief. Yang pertama, pasangan itu paling populer, dengan tingkat popularitas sebanyak 98%, kedua karena kinerja Wahidin mendapat apresiasi dari masyarakat, ketiga karena tingkat keinginan publik menginginkan Wahidin kembali memimpin Kota Tangerang . “Kemenangan ini merupakan rekor nasional. Karena sebelumnya seperti di Kuningan 75%, Tanjung Pinang 84% dan terkahir di Jembrana 88%. Ini bisa menjadi rekor nasional,” katanya.

MINTA DUKUNGAN YANG KALAH

Sementara itu, Wahidin Halim saat dihubungi SINDO menyambut gembira hasil perhitungan cepat itu. Pihaknya mengaku sangat bersukur atas kemenangan itu. Wahidin pun berkomentar untuk yang kalah. “Saya memohon maaf sebesar-besarnya selama Pilkada ada hal-hal yang tidak mengenakan. Dan saya meminta dukungannya, karena kita memiliki tujuan yang sama untuk membangun kota ini,” ucap Wahidin.


Sementara itu, Mohammad Bonnie Mufidjar dan tim suksesnya ketika dikonfirmasi telepon selularnya tidak satu pun yang diterima. Sementara itu calon wakil wali kota nomor urut 3, Mahfudz Abdullah mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas kemenangan Wahidin Halim. Sebab, kata dia, pihaknya telah mengalihkan dukungan terhadap dirinya ke pasangan nomor urut 1 itu. “Inilah hasil yang menjadi harapan saya dan harapan warga Tangerang. Saya akan membantu pak Wahidin menjadikan kota ini berakhlakul karimah lagi,” ucapnya. (denny irawan)

Jumat, 24 Oktober 2008

Logistik Pilkada Capai 90% di TPS

Logistik Pilkada Capai 90% di TPS
TANGERANG (SINDO)-KPUD Kota Tangerang memastikan pendistribusian logistik Pilkada Kota Tangerang sudah mencapai 90 % sampai ke 2.273 tempat pemungutan suara (TPS) hingga kemarin sore. Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami mengatakan, saat ini yang tersisa atau yang belum terdistri busi sekitar 10%. Yang tersisa hanya benda-benda kecil, seperti kalkulator, amplop dan alat-alat tulis. "Sedangkan kebutuhan logistik seperti surat suara dan kartu pemilih yang sebelumnya masih ada masalah sudah kami atasi hari ini (kemarin),"ujar Imron, kemarin.

Imron ,menjelaskan meski seluruh kartu pemilih atau kartu undangan untuk memilih dalam Pilkada itu telah dipastikan sampai ke masyarakat, KPUD memperbolehkan bagi masyarakat yang belum mendapat kartu pemilih untuk datang ke TPS."Bagi masyarakat yang lupa membawa kartu pemilih atau belum mendapatkan kartu pemilih, asalkan terdaftar dalam DPT yang bersangkutan bisa tanya datang ke TPS untuk menanyakan apakah dirinya terdaftar atau tidak di DPT, setelah itu baru bisa memilih," ucapnya.

Diketahui jumlah penduduk di Kota Tangerang sebanyak 1,376 jiwa. Dari jumlah warga sebanyak itu, yang berhak memilih, atau jumlah Daftar Pemilih Tetap sebanyak 972.207 jiwa . Sementara itu, KPUD Kota Tangerang sedang melakukan uji coba sekaligus mempersiapkan penghitungan cepat pada 26 Oktober 2008 besok.

Sementara itu, Ketua Pendistribusian Logistik Dadang Hermawan mengatakan, pada saat seusai pencoblosan pada 26 Oktober. Masyarakat bisa mengetahui perhitungan cepat itu dengan mengaksesnya ke alamat situs www.kotatangerang.co.id, yang di dalamnya terdapat kolom tulisan perhitungan cepat KPUD Kota Tangerang."Kita belum punya alamat situs sendiri, sebab untuk memiliki situs anggarannya lumayan besar, sedangkan dengan ini kita cukup membayar sekitar Rp150juta," katanya.

Metode yang digunakan dalam perhitungan cepat nanti, kata dia, adalah metode riil quick count. "Dimana yang akan kami hitung adalah kehadiran, sah tidaknya suara dan hasil hitungan cepat perolehan suara masing-masing kandidat," tegasnya. Perhitungan itu dilakukan oleh satu dari tujuh orang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang ada di 2.273 TPS." Jam 15.30 WIB sudah bisa diketahui," ucapnya. Disisi lain KPUD Kota Tangerang yakin, angka atau jumlah Golput tidak akan lebih dari 20%. Karena, pihaknya telah menghabiskan anggaran untuk sosialisasi sekitar Rp1,3 miliar.

Pengumuman hasil pemenang Pilkada Kota Tangerang secara resmi akan diumumkan pada 31 Oktober 2008, lalu pada Tanggal 3-5 November akan diberi waktu untuk gugatan bagi pasangan calon yang tidak puas. "Kemudian dilanjutkan pada pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih pada tanggal 11 November 2008," ucap Dadang.(denny irawan)

Golput di Pilkada Kota Tangerang Diperkirakan 35%

Golput di Pilkada Kota Tangerang Diperkirakan 35%
TANGERANG (SINDO)-Diduga karena minimnya sosialisasi Pilkada Kota Tangerang oleh KPUD Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang memperkirakan jumlah pemilih dalam Pilkada Kota Tangerang tidak lebih dari 75%, atau Golput sebanyak 35%. Padahal hari pencoblosan akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2008, atau dua hari lagi.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Herry Rumawatine mengatakan, pihaknya menilai banyak warga di Kota Tangerang yang belum mengetahui akan adanya Pilkada, penyebabnya diantaranya adalah karena warga masih lebih merasa dirinya adalah warga Jakarta, bukan warga Kota Tangerang. “Sementara di satu sisi di daerah perbatasan anatara Jakarta dengan Tangerang minim sekali sosialisasi yang dilakukan KPUD,” ucap Herry, kemarin.

Minimnya sosialisasi seperti tidak adanya debat terbuka, baliho, spanduk atau poster membuat wilayah di perbatasan seperti bukan di wilayah Kota Tangerang. “Maka tidak heran jika akan terjadi golput yang lumayan besar,” ucapnya. Dirinya juga menyayangkan, tidak terbangunnya pembelajaran demokrasi di sana.

Sementara itu, Ketua Pokja Sosialisasi KPUD Kota Tangerang Hisweni Dumaria mengatakan, pihaknya telah menggelontorkan uang untuk sosialisasi sebanyak Rp1,3 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk melakukan penyuluhan, seperti untuk aparatur pemerintah setingkat lurah, ormas, partai poltik, perguruan tinggi dan tim sukse masing-masing kandidat. Selain itu pihaknya juga telah membuat iklan di media massa lokal dan televisi lokal. “Saya lupa berapa yang kami habiskan untuk itu semua, pokoknya yang paling besar Rp850 juta untuk biaya alat peraga, sehingga totalnya mencapai Rp1,3 miliar,” tegasnya.(denny irawan)

Kamis, 09 Oktober 2008

Visi Misi Tiga Kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang



Wahidin-Arif yang diusung 13 partai :
(1)Golkar (2) PAN (3)Demokrat (4)PPP (5)PDIP (6)PPRN (7)Patriot
(8)PDS (9)PKNU (10)PBR (11)PBB (12)PSI (13)PKPB.

-------------------------------------------------------------------
1.Penanggulangan banjir dengan membuat sistem kanalisasi
2.Menekan jumlah pengangguran
3. Mendirikan RS kaum Duafa
4. Pembangunan sentra bisnis
------------------------------------------------------------------

Bonnie-Diedy yang diusung satu partai PKS

-----------------------------------------------------------------
1.Menjadikan kota Industri dan Perdagangan Kota Tangerang
2. Menjadikan aparatur pemerintah yang Profesionalisme
3.Pembangunan yang ramah lingkungan
4.Menjadikan masyarakat yang berahlak mulia

---------------------------------------------------
Ismet-Mahfudz
jalur perseorangan (independent)
-------------------------------------------------
1. Akan memperbanyak jumlah Puskemas
2 Membuat perguruan tinggi negeri
3. Membaskan biaya SD-SMA
4. Menjalin kerjasama Internasional


disadur dari visi misi ketiga kandidat

Rabu, 08 Oktober 2008

DPRD Kota Tangerang Berang , KPUD Minta Tambahan Anggaran Pilkada














TANGERANG (SINDO)-KPUD Kota Tangerang meminta dana tambahan untuk menyelenggarakan
Pilkada Kota Tangerang. Hal itu membuat dewan berang, karena rincian anggaran yang
diajukan KPUD itu tidak dikuasai KPUD sendiri.

Anggota DPRD Kota Tangerang Wawan Tavif Budiawan mengatakan, anggaran yang diminta
KPUD sangat tidak realistis dan tidak mendesak. Sebab, kata dia, jika itu buat
kepentingan Pilkada menurutnya sudah terlambat. “Aneh, ada salah satu rinciannya
mereka meminta satu mobil senilai Rp300 juta untuk sosialisasi. Selain itu mereka
bingung merincinya uang Rp2 miliar itu untuk apa,” ucapnya.

Yang menarik, kata dia, ketika dirinya meminta informasi ke KPUD soal permintaan
anggaran itu. KPUD tidak bisa menjelaskan secara maksimal anggaran yang mereka minta
itu untuk apa. “Yang mereka bisa jelaskan hanya Rp1,6 miliar saja. Sedangkan sisanya
mereka bingung sedang mencari untuk apa saja,” tegasnya.

Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami ketika dikonfirmasi mengakui hal itu. “Saya
juga belum bisa merinci untuk apa saja uang itu,” katanya. Namun, dirinya mengakui
ada beberapa kas yang tersedot dari perkiraan sebelumnya. Misalkan anggaran untuk
melakukan ferivikasi calon perseorangan dan penambahan honoranium petugas TPS. “Saya
lupa berapa naiknya. Tapi untuk pemeriksaan kandidat saya ingat ada kenaikan dari
Rp80 juta kini naik menjadi Rp120 juta,” kilahnya.(denny irawan)

Senin, 06 Oktober 2008

87 PNS Pemkot Tangerang Mangkir



TANGERANG (SINDO)-Sebanyak 87 pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Tangerang, dari 1.570 mangkir hadir pada saat apel pagi di hari pertama masuk kerja. Satu diantaranya Eselon II (kepala dinas) dan Eselon III, empat orang sedangkan sisanya adalah staf.

Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang Saeful Rochman mengatakan, pegawai yang tidak ikut apel pagi, akan diberikan sanksi. “Namun, meski mereka tidak ikut apel pagi belum tentu pasti mereka tidak masuk kerja,” kilah Saeful, kemarin. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan inventarisasi siapa saja yang benar-benar tidak masuk kerja.

Sanksi yang akan dikenakan menurutnya, yakni uang intensif pegawai akan dikenakan potongan 3% sekitar Rp25.000-Rp100.000. Selain itu akan dikenakan sanksi teguran bagi yang tidak mengikuti apel pagi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing. Sedangkan yang tidak masuk kerja akan dikenakan sanksi tegas berupa surat peringatan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Saeful mengaku, kebijakan sanksi tersebut telah sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Sekda Kota Tangerang.(denny irawan)

Minggu, 05 Oktober 2008

Penyelundupan Narkoban Rp6,1 Miliar Digagalkan





Modus operandi : Dibungkus dengan kemasan rangkap dua
TANGERANG (SINDO)-Petugas Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasion Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis Ketamine dan sabu-sabu senilai Rp6,1 miliar serta menangkap dua orang warga Negara Taiwan yang diduga merupakan pelaku penyelundupan tersebut pada Sabtu (4/10) malam.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Rachmat Subagyo mengatakan, kedua warga Negara Taiwan tersebut adalah Tung Yung Liang (TYL) dan Wang Cheng Chung (WCC). Keduanya merupakan penumpang maskapai Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX 777 yang berangkat dari Hongkong menuju Jakarta. Dalam aksinya para pelaku tersebut mencoba mengelabui petugas dengan memasukan narkoba dalam bungkus sereal dan dikemas dengan rapi serta rangkap dua dengan menggunakan dua koper yang masing-masing berwarna hitam dan coklat bermotif kotak-kotak serta dua tas tangan.

“Jika dilihat dengan mata telanjang, tidak akan ada yang mengira ini di dalam kemasan ini adalah benda-benda terlarang.Sebab, selain bungkusnya asli dari produk sereal luar negeri, juga tidak ada bekas sobekan. Bahkan mereka menggandakan kemasannya agar pada saat kami buka, tidak langsung terlihat,” kata Rachmat kepada SINDO, kemarin di kantornya.

Sedangkan jumlah narkoba yang berusaha untuk diselundupakan yakni ketamine
seberat 5,7 Kg dan sabu-sabu seberat 340 gram atau ditaksir bernilai Rp6,1 miliar. Penggalan penyeludupan kasus ini merupakan kali ketiga yang terbesar setelah pada 30 Maret 2008 lalu petugas Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 9,39 Kg asal China, dengan nilai mencapai Rp10 miliar.


Sementara itu, Koordinator Pelaksana Intelijen Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno- Hatta Didit Prayudi mengatakan, keduanya dicurigai sejak turun dari pesawat di terminal II D kedatangan. “Sebab, gerik-gerik pelaku sangat mencurigakan petugas,” katanya. Kemudian pada saat kedua pelaku melalui proses custum clearance, petugas melakukan profiling terhadap penumpang dan barang yang dibawa.

Berdasarkan hasil profiling tersebut, petugas menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan secara personal. “Pada saat diperiksa kami mendeteksi adanya salah satu jenis barang yang dibawa adalah bubuk kristal berwarna putih. Dan setelah dilakukan pengujian terhadap kedua barang tersebut. Keduanya positif ketamine dan sabu-sabu,” jelasnya. Kedua warga Negara Taiwan itu mengaku kepada petugas membawa barang haram tersebut dari China daratan lalu berangkat ke Hongkong untuk diantarkan keseseorang yang berada di Jakarta, yang bertindak sebagai pemasar ketamine dan sabu-sabu itu jaringan narkoba yang ada di Jakarta.

Setelah mendapat informasi tersebut, petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan petugas Polri untuk melakukan pengembangan. Namun, sipenerima barang terlarang tersebut berhasil mencium adanya petugas sehingga kabur sebelum petugas menangkapnya. “Tindakan tersangka digolongkan sebagai tindak pelanggaran undang-undang nomor lima tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana kurungan paling lama 10 tahun penjara dengan denda paling besar Rp300 juta,” tandasnya. (denny irawan)

Kamis, 25 September 2008

Omzet Bengkel Mobil di Tangerang Meningkat 50 %


TANGERANG (SINDO)-Memasuki H-6 Lebaran, Kamis (25/9), banyak pemilik mobil di Kota Tangerang yang menserviskan mobilnya untuk dipakai mudik menjelang lebaran nanti. Akibatnya, omzet bengkel mobil di Kota Tangerang meningkat dengan rata-rata mencapai 50%.

Berdasaran pantauan SINDO di Bengkel Mobil Joey Car Care, Jalan Imam Bonjol nomor 11, Karawaci, Kota Tangerang terlihat puluhan mobil yang diservis di bengkel tersebut. "Jika biasanya satu hari ada 12 mobil, kali ini satu hari bisa 24 mobil," kata Fifi Panorama, pemilik bengkel. Dia mengatakan, fenomena peningkatan omzet bengkelnya menjelang lebaran selalu terjadi tiap tahun. Untuk tahun ini, Fifi mengatakan sejak pertengahan puasa lalu jumlah pengunjung bengkelnya meningkat dua kali lipat.

Fifi mengatakan, rata-rata pengunjung bengkelnya meminta supaya mobilnya diservis. "Selain itu kebanyakan meminta oli mesinnya diganti, cek roda, dan tune up," katanya. Dia menambahkan, mayoritas pelanggan yang menyerviskan mobilnya menjelang lebaran adalah orang-orang yang akan mudik. "Pelanggan saya mayoritas adalah pendatang dari Lippo Karawaci, Cimone, Balaraja, dan Tigaraksa," katanya.

Sementara itu, suasana di Bengkel Tangerang Motor di Jalan Merdeka nomor 175, Cimone, Kota Tangerang, tidak jauh berbeda. Wawan, pemilik bengkel, mengatakan kenaikan omzet tahun ini meningkat 20 persen. Meskipun begitu, kata dia, dibandingkan dengan tahun lalu peningkatan omzet tahun ini tergolong rendah. "Jika tahun lalu bisa sampai 40-50 persen," katanya.

Gaji PNS dan Dewan Sudah Cair



TANGERANG (SINDO)-Wajah pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkot Tangerang terlihat tersenyum lebar. Pasalnya, mulai kemarin gaji untuk bulan Oktober 2008 telah cair. Sama dengan PNS, wajah para anggota legislatif di Kota Tangerang pun demikian.

“Gaji bulan Oktober untuk PNS golongan III sudah bisa diambil besok di rekening bank masing-masing, sedangkan untuk golongan I sampai II dan TKK diambil di bendahara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing,” ujar Saeful Rochman Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang Kamis (25/9).

Dijelaskan Saeful, dana yang disediakan untuk gaji Oktober sebesar Rp22 miliar terdiri atas gaji PNS dan gaji TKK. “Dana untuk membayar gaji tersebut untuk 9.000 PNS dan ratusan TKK,” ujarnya. Gaji PNS juga anggota dewan dimajukan karena pembayaran gaji PNS dan DPRD bertepatan dengan hari libu hari raya Idul Fitri.

Sebelumnya, PNS maupun DPRD Kota Tangearng mengeluhkan lamanya pencairan gaji yang menjadi hak mereka itu. Pasalnya, hingga H-7 lalu, mereka belum mendapatkan kepastikan. Pantauan SINDO di Bank Jabar yang terletak di Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Kota (KPMP) Tangerang disesaki ratusan PNS. Meski tidak mengantre berdiri, para PNS tersebut menyesaki ruang dan tempat duduk di Bank Jabar itu.

Berbeda dengan DPRD, meski gaji mereka telah cair, banyak diantara mereka yang tidak mengetahuinya. Padahal sebelumnya mereka sering mengeluhkan belum keluarnya gaji. Anggota DPRD Komisi D Kota Tangerang Syamsuri mengaku sama sekali tidak mengetahui gajinya telah keluar. “Saya belum dengar kapan gaji akan keluar,” katanya. Senada dengan itu anggota DPRD Komisi C Wawan Tavip Budiawan pun demikian belum mengetahui hal itu. Sekretaris Dewan Kota Tangerang Emed Mashudi mengatakan, gaji untuk seluruh anggota DPRD juga telah cair pada hari ini (kemarin). “Kami mengharapkan seluruhnya segera mengambilnya,” tandasnya. (denny irawan)

Selasa, 23 September 2008

Latihan Perang di Bandara, TNI Diprotes


Latihan Antisipasi Serangan Udara di Bandara

-----------
TNI Diprotes

TANGERANG (SINDO)- Latihan antisipasi serangan udara yang dilakukan oleh TNI AD Danrudal 003 Cikupa Tangerang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapat protes sejumlah instansi di bandara tersebut. Pasalnya mereka khawatir akan terjadi sesuatu karena area tersebut merupakan area publik.

Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Guntur Setiyanto mengatakan, bingung dengan adanya latihan militer di terminal III bandara tersebut. Pasalnya, selain tidak adanya koordinasi dengan pihaknya, juga bertentangan dengan Kepres No.3/2004 tentang lokasi objek vital.

”Hal itu bisa dikatakan bertentangan dengan kepres tersebut, benar mereka bertujuan untuk mengamankan bandara ini, tetapi apa mesti lokasinya di sana, bagaimana jika terjadi ekses-ekses yang diakibatkan dari itu,” ujar Kapolres. Guntur menyayangkan sikap instansi lain di bandara tersebut yang tidak tegas menegakan Kepres tersesebut. Semestinya, kata dia, hal ini tidak akan terjadi jika ada ketegasan antar instansi di bandara itu.

Guntur juga mempertanyakan hal itu ke Administrator Bandara tersebut sebagai regulator pada bandara tersebut. Ketika ditanya apakah termasuk kegiatan ilegal, Guntur menyatakan tidak tidak berhak menjawabnya. “Coba tanyakan saja ke Administrator. Yang pasti saya tidak mengatahui akan ada latihan militer di sini,” ucapnya saat mendampingi menteri perhubungan dan menteri kebudayaan dan pariwisata.

___________________INI Komentar Administrator____________________

Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bhakti mengatakan, pihaknya juga tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai latihan militer yang dilakukan pihak TNI AD Danrudal 003 di bandara itu. “Berapa orang jumlahnya, peralatan militer apa saja yang dibawa saya tidak tahu, yang saya pegang hanya sepucuk surat pemberitahuan yang dikirim melalui faximili,” ucapnya. Namun menurut Herry, pihak TNI AD Danrudal 003 telah menegaskan tidak akan ada tembak menembak atau ledakan rudal.Ditanya seputar siapa penanggung jawab pada pemberian izin, dirinya menyatakan pihaknya tidak pernah memberikan izin.”Siapa yang memberikan izin, kami tidak pernah,” tegasnya.

Kepala Kantor Cabang PT Angkasa Pura II Hariyanto mengatakan, pihaknya menyerahkan itu kepada Administrator Bandara. Sebab, kata dia, seluruh kewenangan ada pada regulator bandara itu.

_____________Ini Jawaban dari TNI_______________________

Mayor Arhanud TNI AD Danrudal 003 Cikupa Tangerang Belasius menyatakan, seluruh rangkain yang dilakukan pihaknya di bandara tersebut berguna untuk mengantisipasi adanya serangan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Tadi itu adalah uji kesiapan serangan.” ucapnya. Sesuai dengan tugasnya, kata dia, pihaknya melindungi bandara tersebut dari adanya kemungkinan serangan udara dari musuh. Ditanya soal izin, diakuinya pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh instansi di bandara itu. “Bahkan ketika kami datang ke bandara itu. Kita mendapat kawalan,” tandasnya. (denny irawan)

Pengelola Bandara Canangkan Gerakan Clean Airpot


Pengelola Bandara Canangkan Gerakan Clean Airpot

TANGERANG (SINDO)-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II mencanangkan gerakan clean airpor dengan meresmikan fasiltas umum seperti toilet, shelter bus dan musholat,di terminal 1 A kemarin. Pada peresmian yang seharusnya didatangi tiga menteri tersebut, hanya menteri BUMN Sofyan Djalil yang tidak hadir.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Eddie Haryoto mengatakan, fasilitas umum di bandara tersebut merupakan salah satu media bagi PT Angkasa Pura II untuk mempersiapkan gerakan bersama-sama untuk perduli terhadap kebersihan dan ketertiban di bandara terbesar di Indonesia itu.

“Kami menyadari selain aspek kebersihan, masih banyak aspek lain yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan bandara. Akan tetapi kami yakin dengan fokus dalam pembenahan akan berdampak juga pada perbaikan aspek lainnya,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya mengharapkan seluruh pengguna angkutan bandara di bandara itu juga sama-sama melakukan penjagaan kebersihan. “Kebersihan bandara tidak hanya menjadi tungas kami, tetapi masyarakat pun kami harapkan demikian,” katanya.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, pihaknya banyak menerima pesan singkat (SMS) dari rakyat soal kebersihan di bandara tersebut. “Bahkan sudah ada yang lewat sms-nya, hingga sampai ke Presiden. Salah satunya masalah toilet,” kata Jero. Menurutnya, toilet adalah pintu penerbangan bandara, jika toiletnya tidak kotor dan bau maka tidak akan ada yang mau datang ke Indonesia. “Dan ini tidak bisa diremehkan. Meski tidak sekaligus, tak apa. Situasi yang mengharuskan kita tahap demi tahap melakukan perbaikan,” katanya.

Namun, dirinya menegaskan agar PT Angkasa Pura II benar-benar konsen terhadap kebersihannya. Pasalnya, kata dia, membangun lebih mudah dari pada memeliharanya. “Kalau membangun asal ada uang bisa, yang terpenting menjaganya,” katanya. Tahap selanjutnya yang harus dilakukan pengelola bandara tersebut, kata Jero Wacik, mencanangkan gerakan kemanan bandara. “Sebab selain masih jorok, kita mengharapkan ketertiban dan kemanannya ditingkatkan. Dan ini harus di satu padukan,” ucapnya.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, pihaknya memandang kebersihan di suatu bandara sangat mutlak harus dilakukan. Terutama,kata Jusman, kebersihan di area landasan pacu. “Bayangkan saja jika ada secarik kertas sampai masuk ke mesin pesawat. Ini harus menjadi perhatian karena bandara ini jumlah penggunanya telah mencapai 34 juta per tahun,” tandasnya. (denny irawan)

Minggu, 21 September 2008

Kebakaran Besar di Tangerang























TANGERANG (DENNY IRAWAN)-Kebakaran besar terjadi di Tangerang. Ratusan rumah warga dan belasan rumah toko (ruko) yang terletak di Jl Kiasnawi, Kisamaun, Dimyati, Pasar Anyer, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang hangus terbakar dilalap
Sabtu (20/9) sore.Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Akan tetapi karena api yang begitu cepat merambat, hal itu membuat panik ribuan orang karena lokasinya persis di lokasi strategis.

Berdasarkan pantauan DENNY, api muncul pertama kali sekitar pukul
13.00 WIB, yang diduga diawali terbakarnya sebuah warung makan. Wali Kota Tangerang Wahidin Halim saat ditemui SINDO ketika mengunjungi korban kebakaran itu, menyatakan pihaknya belum bisa mengitung berapa rumah warga dan ruko yang terbakar. “Yang pasti kami sudah menyiapkan dapur makanan di dua lokasi, yaitu Mesjid Agung dan GOR bagi korban
kebakaran tersebut, “ ujar Wahidin.

Senada dengan warga, Wali Kota menilai hal yang sama soal petugas Dinas
Kebakaran Kota Tangerang. Pasalnya, selama ini mereka hanya menangani
pabrik dan pemukiman warga yang titik api tidak banyak. “Sementara titik
api yang terjadi sekarang banyak sehingga mereka kewalahan
menghadapinya,“tutur Wahidin.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Edi Mulyanto ditemui secara
terpisah menyangkal atas tuduhan warga dan tidak mampunya menangani
kebakaran tersebut. “Api tersebut sulit dipadamkan sehingga merambat ke
tempat lain karena petugas tidak bisa menjangkau sampai lokasi yang paling
dalam,“ujar Edi Mulyanto.

Senin, 15 September 2008

Rokok di Surga

Konon ada seorang kyai yang hobby ngerokok. Tapi karena kasih sayang menghapuskan banyak dosa, maka sang kyai diampuni dosa-dosanya, dan dimasukkan ke surga. Cuman di surga, pak kyai masih resah. Jadi dia manggil oom malaikat: “Oom Malaikat, kalau di surga saya boleh minta apa aja, saya minta rokok donk.” Malaikat langsung menyediakan rokok berbagai cita rasa. Sang kyai dengan suka cita membuka kemasannya, meraba-raba, menciuminya, mengambil rokok sebatang, lalu … “Om Malaikat, apinya gimana?” Dan kata malaikat, “Apinya ada di neraka.” Pak Kyai langsung beristighfar.

Minggu, 14 September 2008

Tawuran di Pamulang, Enam Tewas

TANGERANG (SINDO)-Tawuran antara warga kompleks asrama Brimob, Pamulang, Ciputat, Kabupaten Tangerang dengan warga Gg Saidin Bambu Apus Pamulang, Kabupaten Tangerang mengakibatkan enam orang tewas, kemarin sekitar pukul 04.50 WIB.

Semua korban tewas itu berasal dari kompleks asrama Brimob. Keenamnya adalah Maulana Ibrahim,13, Ibnu Ganesha,13, Sinung,12, Muhammad Iqbal,17, Randy,15, dan Solihin Bujang Prakoso,15.

Sedangkan satu orang lagi bernama Abimanyu Trinawan Putera, 15, hingga kemarin masih dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Bhineka Husada, Ciputat, Kabupaten Tangerang.

Menurut informasi warga setempat. Tawuran kedua belah pihak tersebut sudah sering terjadi pada bulan puasa. Keduanya pun sudah sering didamaikan para tokoh masyarakat setempat, namun pada puasa tahun ini keduanya tawuran kembali. Bentrok fisik yang terjadi kemarin, bermula ketika kedua kelompok pemuda dari pemukiman yang berbeda itu saling lempar petasan di Jalan Padjajaran Raya Pamulang.

Namun, bukan lagi petasan yang dilempar keduanya melainkan batu. Petugas kepolisian yang mendapat informasi itu mendatangi lokasi. “Rupanya hal itu membuat panik pemuda dari kompleks Brimob, karena posisi polisi saat itu berada di belakang kelompok pemuda itu. Karena panik mereka menceburkan diri ke Situ Sasak Tinggi Pamulang yang lokasinya tepat dibelakang perumahan mereka tinggal,” ucap saksi mata Rusjayadi.

Beberapa diantara mereka yang menceburkan diri berhasil selamat, sedangkan mereka yang diduga tidak bisa berenang tewas karena tenggelam. Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Yulianto membenarkan informasi warga. “Informasi yang kami terima demikian, namun tidak ada petasan mereka tawuran dengan batu. Akibatnya, enam orang remaja ditemukan tewas dan satu dibawa ke rumah sakit," kata Yulianto.

Menurut Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar, korban beserta rekannya yang berjumlah sekitar 20 orang, berasal dari kompleks Brimob. Mereka terjun ke danau karena panik dan terjepit. “Ada 14 orang yang menceburkan diri. Beberapa berenang balik ke tepi, namun beberapa tenggelam,” kata seusai melawat ke rumah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tubuh para korban, tidak ditemukan bekas benturan fisik. Ditanya seputar siapa yang harus bertanggung jawab, Kapolres mengaku, masih akan menyelidikinya. “Saksi sedang kami periksa. Dan saya tegaskan mereka meninggal bukan karena tawuran tetapi karena tenggelam. Pemicunya karena ejek-ejekan dan salah paham saja,” katanya.

Seluruh jenzah di bawa ke Mesjid At Taqwa di kompleks Brimbo untuk kemudian di makamkan di lokasi yang berbeda sesuai dengan keinginan keluarga masing-masing. Yudo kakak Maulana mengatakan, dirinya sempat mencegah adiknya untuk ikut tawuran.

Namun hal itu tidak diengarkan sang adik. "Sudah saya larang tapi tetap saja dia keluar rumah, “ujarnya. Sementara itu, pantauan SINDO hingga sore kemarin, di kedua belah pihak tampak suasana masih mencekam. di Gg Saidin Bambu Apus, Pamulang itu tampak dijaga sejumlah anggota polisi. Sedangkan di kompleks Brimob tampak kesedihan yang mendalam. Sedangkan di Situ Sasak Tinggi Pamulang, sejumlah warga masih ramai di lokasi kejadian untuk melihat langsung bekas tempat para korban tenggelam.(denny irawan)

Selasa, 26 Agustus 2008

Jurnalisme Dasar - Menghindari Konflik Kepentingan

Jurnalisme Dasar - Menghindari Konflik Kepentingan



[Artikel ini hanya untuk mereka yang sedang belajar tentang
dasar-dasar jurnalisme. Mereka yang sudah mahir bisa mengabaikannya. ]

Salah satu prinsip dasar dalam jurnalisme adalah menghindari "conflict
of interest" ketika seorang wartawan sedang meliput sebuah kasus.
Seorang wartawan juga sebaiknya menghindari potensi "conflict of
interest" di masa mendatang dalam kaitan dengan profesinya.

Contoh paling sederhana untuk menerapkan prinsip ini adalah
menghindari meliput berita menyangkut saudara atau teman dekat kita
yang sedang terlibat kasus. Kita bisa menyerahkan liputan itu kepada
teman kita lain, yang bebas dari kemungkinan bias atau kecenderungan
menjadi subyektif.

Menghindari "conflict of interest" seringkali penting tak hanya bagi
si wartawan, tapi juga bagi obyek berita. Seorang pejabat yang sedang
dihadapkan pada sebuah kasus, misalnya, seringkali lebih terbela oleh
wartawan yang tanpa-bias yang memberitakan apa adanya ketimbang ketika
kasusnya diliput oleh wartawan yang dikenal memiliki hubungan khusus
dengannya.

Cara lain adalah menghindari hubungan yang terlalu dekat dengan sumber
berita tertentu. "Terlalu dekat" memiliki pengertian yang relatif.
Tentu saja, seorang wartawan tidak bisa menjadi makhluk asosial, yang
tidak bergaul dan tidak punya teman. Pekerjaan kewartawanan seringkali
terbantu jika kita memiliki banyak teman baik, termasuk jika kita
dekat dengan pejabat anu dan jenderal ini. Namun, kita harus waspada
bahwa kedekatan semacam itu kadang memiliki harga yang harus dibayar:
independensi kita.

Memiliki teman dekat pejabat atau sumber berita terkenal adalah hal
yang wajar. Tapi, terlalu bangga memiliki teman seperti itu kadang
mengindikasikan hubungan khusus yang bisa menimbulkan "conflict of
interest".

Prinsip menghindari "conflict of interest" pula yang melandasi salah
satu elemen kode etik jurnalistik yang terkenal: wartawan seharusnya
menolak menerima amplop, pemberian dan fasilitas khusus.

Mudah untuk mengenali apakah pemberian atau fasilitas itu bersifat
khusus, antara lain dengan cara bertanya: apakah pemberian atau
fasilitas itu akan diberikan kepada kita jika kita bukan wartawan?
Jika jawabannya tidak, artinya pemberian itu berkatian dengan profesi
kita sebagai wartawan, maka itu masuk kategori pemberian dan fasilitas
khusus.

Tapi, apakah kita harus menolak semua bentuk pemberian dari sumber
berita? Pada prinsipnya harus menolak. Itu aturan umumnya. Tapi,
mungkin ada pengecualian dan ada nuansa yang harus dipertimbangkan.

Kode Etik Wartawan Indonesia tidak memberi batas jelas tentang besarnya pemberian yang harus ditolak. Namun, banyak yang sepakat bahwa pemberian dalam bentuk uang tunai harus ditolak. Lalu, bagaimana dengan pemberian dalam bentuk barang atau fasilitas lain?

Beberapa perusahaan pers di Indonesia mematok nilai tertentu:
wartawannya hanya diperbolehkan menerima pemberian barang yang
nilainya kurang dari Rp 200.000 misalnya. Patokan ini bisa berubah
dari waktu ke waktu karena mahal atau murah bisa dipengaruhi oleh inflasi.

Bagaimana dengan pemberian dalam bentuk makan dan minum gratis di
restoran atau akomodasi hotel dan perjalanan?

Sejumlah koran di Amerika dan Eropa tidak membolehkan wartawannya
menerima makan siang gratis atau biaya akomodasi perjalanan dan hotel.
Jika mereka menerima undangan meliput, koran bersangkutanlah yang
membiayai hotel, tiket, biaya makan dan uang saku si wartawan.

Media di Indonesia umumnya tidak melarang hal ini, suatu hal yang bisa
diperdebatkan sepanjang waktu, tapi inti masalahnya menyangkut prinsip
"conflict of interest" tadi.

Kode etik mengajarkan agar wartawan/media menghindari "conflict of
interest" sebisa mungkin. Pelanggaran terhadap prinsip ini tidak bisa
dijustifikasi oleh pernyataan seperti: "bukankah saya tetap bisa
menulis independen meski menerima pemberian atau fasilitas khusus?"

Anda tak bisa menghilangkan isu "conflict of interest" dengan menulis
independen atau memperlihatkan bahwa Anda bisa mengkritik si pemberi.
"Conflict of interest" tetap "conflict of interest", suatu hal yang
harus dihindari sebisa mungkin.

Jika justifikasi itu sedikit diperluas maka kita akan mengikuti logika
yang sudah pasti melanggar etika: "asal kita bisa menulis independen
maka kita boleh menerima uang dan pemberian sebesar apapun". Logika
yang keliru.

Prinsip ini juga berkaitan dengan kredibilitas berita. Kita boleh saja
berbusa-busa mengatakan bahwa kita independen dalam menulis. Tapi
publik tetap akan meragukan independensi kita jika mereka tahu kita
punya hubungan khusus atau menerima pemberian dari sumber berita.

Kata kunci dalam pernyataan di atas adalah "jika mereka tahu". Dan ini
terkait dengan konsep transparansi serta keterbukaan (full disclosure)
dalam jurnalisme. Seorang wartawan diwajibkan bersikap transparan dan
jujur kepada publik.

Jika seorang wartawan menerima amplop atau pemberian dari sumber
berita, beranikah dia menulis hal itu dalam berita yang ditulisnya?
Jika wartawan tidak berani, maka hendaknya dia menghindari sebisa
mungkin setiap pemberian.

"Conflict of interest" tidak hanya menyangkut pemberian, tapi juga
hubungan khusus seperti sudah disebut di atas. Ada kalanya wartawan
tidak sepenuhnya bisa menghindari "conflict of interest", misalnya
wartawan yang menulis analisis saham di bursa tapi dia memiliki saham
perusahaan tertentu. Dalam kaitan ini, sebaiknya wartawan menulis full
disclosure di bawah tulisannya: "penulis memiliki saham XYZ".

Media di Amerika atau Eropa juga kadang tak bisa menghindar dari
menulis hal-hal yang berkaitan dengan dirinya. Namun, umumnya mereka
cukup jujur mencantumkan full disclosure. Majalah Time, misalnya,
ketika menulis tentang perusahaan America Online akan membubuhkan
penjelasan langsung seperti ini: "America Online adalah sister company
Time dalam perusahaan induk bernama Time-Warner" .

Dengan cara ini, pembaca akan waspada bahwa ada potensi subyektifitas
dalam berita tentang America Online itu. Time secara jujur mengakui
kemungkinan adanya "conflict of interest", bahkan jika mereka
benar-benar menulisnya secara obyektif dan berimbang.

Jika Anda tak berani mencantumkan "penulis menerima uang dan fasilitas
dari sumber berita", sudah semestinya Anda menolak uang dan pemberian itu.

"Conflict of interest" harus dihindari sebisa mungkin. Bukan dicari
pembenarannya.

Jika seorang wartawan tak bisa memegang prinsip ini maka sebenarnya
dia kehilangan otoritas moral untuk menulis tentang korupsi para
pejabat, anggota DPR, penguasaha swasta, lembaga swadaya.

Cara terakhir untuk menghindari "conflict of interest" dalam kaitan
dengan pemberian uang, barang dan fasilitas adalah memiliki manajemen
keuangan pribadi yang bagus. Keinginan untuk memiliki independensi
profesional terkait dengan cara kita mengelola keuangan pribadi,
sehingga kita tetap bisa menikmati hidup tanpa menerima pemberian.

Kemiskinan dan gaji kecil tidak bisa menjadi dalih untuk menikmati dan
membenarkan" conflict of interest", atau memandang enteng pemberian dan
fasilitas.** *

puteriku

puteriku
Meidin Nazma Luthfiny

------tentang saya-------------

Foto saya
Saya adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara,yakni Devie Indriyanti dan Galang Syifa Rachmadi. Orang tua saya berasal dari Jawa Barat tepatnya Sumedang. Ayah Saya bernama Chasli Sutisna dan Bunda saya Siti Nurjamilah. Sedangkan Istri tercinta bernama Revieta.

Albert Einstein

Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".

-

Selamat Datang di Blog Denny Irawan

Arsip Blog