Jumat, 30 Mei 2008
Kejari Tahan Tiga Tersangka Raskin
Tanggal 30-05-2008 Jumat
Kejari Tahan Tiga Tersangka Raskin
TANGERANG (SINDO)-Tiga tersangka kasus beras miskin (raskin) di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang dijebloskan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang ke Lapas Pemuda Tangerang, kemarin.
Ketiga tersangka yang ditahan itu yakni Sekcam Teluknaga Tajudin, Staff Kecamatan Teluknaga Syafrudin dan seorang penadah raskin bernama Rasim. Bahkan satu tersangka penadah di Kecamatan Sukadiri yang telah ditahan pada Kamis (03/04) lalu , Aan Muliadi juga diduga terlibat pada kasus di Kecamatan Teluknaga.
Kepala Kejari Tangerang Agus Sutoto mengatakan, penahanan dilakukan karena sudah cukup bukti. Hal itu, kata dia, tertuang pada kitab undang-undang hukum acara pidana No.8/1981 Pasal 21. Pada ayat satu pasal tersebut tertulis, perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. “Ketiganya kita titipkan di Lapas Pemuda selama 20 hari terhitung hari ini (kemarin),” ucap Agus saat jumpa pers, kemarin.
Ketiga tersangka itu, kata Kajari, dianggap telah bersekongkol yang mengakibatkan kerugian negera sebesar Rp542 juta dengan total raskin yang diselewengkan mencapai 150 ton. Modus mereka, kata dia, dengan menjual beras untuk rumah tangga miskin (RTM) ke pedagang dengan harga perkilonya Rp2.000. Padahal raskin hanya diperbolehkan dijual ke RTM Rp1.000/kilo. “Beras yang mereka selewengkan bulan Juni dan Desember 2007,” katanya.
Ditanya mengenai keterlibatan camat maupun mantan camat, Kasipidsus Kajari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan saat ini belum ada. Meski begitu dirinya menyakini jika nanti ada bukti baru, tidak menutup kemungkinan juga akan diperiksa kembali. “Yang bermain di sini dan menjadi otaknya adalah Sekcamnya,” kilahnya.
Berbeda dengan kasus di Sukadiri, kata Rakhmat, di sana yang bermain camatnya. Sementara itu ditanya soal hukuman salah satu tersangka penadah yang juga terjerat pada kasus di Kecamatan Teluknaga Aan Muliadi, Rakhmat mengaku soal hukum Aan biar nanti dibuktikan di persidangan. Yang pasti, kata dia, Aan juga terkait pada kasus di Teluknaga.
Dengan demikian total tersangka kasus raskin di Kabupaten Tangerang hingga kemarin yang telah ditahan sebanyak delapan orang. Kedelapan orang tersebut, yakni Camat Sukadiri Lizia Sobandi, mantan Kasi Kessos Kecamatan Sukadiri Dulgani,Kasi Kessos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso,serta dua penadah raskin di Sukadiri yakni Muklis dan Aan Muliadi.
Sekcam Teluknaga Tajudin, Staff Kecamatan Teluknaga Syafrudin dan penadah raskin bernama Rasim. “Seluruhnya yang kita tahan sudah delapan orang tersangka,” tandas Rakhmat. (denny irawan)
Kejari Tahan Tiga Tersangka Raskin
TANGERANG (SINDO)-Tiga tersangka kasus beras miskin (raskin) di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang dijebloskan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang ke Lapas Pemuda Tangerang, kemarin.
Ketiga tersangka yang ditahan itu yakni Sekcam Teluknaga Tajudin, Staff Kecamatan Teluknaga Syafrudin dan seorang penadah raskin bernama Rasim. Bahkan satu tersangka penadah di Kecamatan Sukadiri yang telah ditahan pada Kamis (03/04) lalu , Aan Muliadi juga diduga terlibat pada kasus di Kecamatan Teluknaga.
Kepala Kejari Tangerang Agus Sutoto mengatakan, penahanan dilakukan karena sudah cukup bukti. Hal itu, kata dia, tertuang pada kitab undang-undang hukum acara pidana No.8/1981 Pasal 21. Pada ayat satu pasal tersebut tertulis, perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. “Ketiganya kita titipkan di Lapas Pemuda selama 20 hari terhitung hari ini (kemarin),” ucap Agus saat jumpa pers, kemarin.
Ketiga tersangka itu, kata Kajari, dianggap telah bersekongkol yang mengakibatkan kerugian negera sebesar Rp542 juta dengan total raskin yang diselewengkan mencapai 150 ton. Modus mereka, kata dia, dengan menjual beras untuk rumah tangga miskin (RTM) ke pedagang dengan harga perkilonya Rp2.000. Padahal raskin hanya diperbolehkan dijual ke RTM Rp1.000/kilo. “Beras yang mereka selewengkan bulan Juni dan Desember 2007,” katanya.
Ditanya mengenai keterlibatan camat maupun mantan camat, Kasipidsus Kajari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan saat ini belum ada. Meski begitu dirinya menyakini jika nanti ada bukti baru, tidak menutup kemungkinan juga akan diperiksa kembali. “Yang bermain di sini dan menjadi otaknya adalah Sekcamnya,” kilahnya.
Berbeda dengan kasus di Sukadiri, kata Rakhmat, di sana yang bermain camatnya. Sementara itu ditanya soal hukuman salah satu tersangka penadah yang juga terjerat pada kasus di Kecamatan Teluknaga Aan Muliadi, Rakhmat mengaku soal hukum Aan biar nanti dibuktikan di persidangan. Yang pasti, kata dia, Aan juga terkait pada kasus di Teluknaga.
Dengan demikian total tersangka kasus raskin di Kabupaten Tangerang hingga kemarin yang telah ditahan sebanyak delapan orang. Kedelapan orang tersebut, yakni Camat Sukadiri Lizia Sobandi, mantan Kasi Kessos Kecamatan Sukadiri Dulgani,Kasi Kessos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso,serta dua penadah raskin di Sukadiri yakni Muklis dan Aan Muliadi.
Sekcam Teluknaga Tajudin, Staff Kecamatan Teluknaga Syafrudin dan penadah raskin bernama Rasim. “Seluruhnya yang kita tahan sudah delapan orang tersangka,” tandas Rakhmat. (denny irawan)
Rabu, 07 Mei 2008
Pemkab Susun Dana Monitoring Raskin Rp3,7 Miliar
Pemkab Susun Dana Monitoring Raskin Rp3,7 Miliar
TANGERANG (SINDO)-Pemerintah Kabupaten Tangerang menyusun anggaran untuk monitoring pendistribusian beras miskin (raskin) periode 2008 ini sebesar Rp 3,7 miliar. Padahal sebelumnya, Pemkab Tangerang yakin bisa memantaunya tanpa ada anggaran.
Kepala Seksi Bantaun Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang Bambang Siswoyo mengatakan, berdasarkan hasil kajian pendistribusian raskin pada tahun ini, diakuinya perlu ada anggaran. Dirinya beralasan, untuk memonitoring pendistribusian tentu seseorang pasti mengeluarkan anggaran. “Dan ini tidak mungkin menggunakan dana pribadi,” katanya.
Untuk itu, Bambang mengaku telah menyusun anggaran itu. Nantinya, kata dia, pendistribusian raskin itu akan dipantau dua tim. Tim pertama adalah tim koordinasi tingkat Kabupaten Tangerang. Tim pertama ini didalamnya meliputi Eksekutif, Legislatif dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Sementara tim yang kedua tim Kelompok Kerja Raskin (KKR), tim ini terdiri dari unsur pihak Kecamatan dan Desa. “Tim-tim ini akan memantau secara berkala pendistribusian raskin, sehingga tepat sasaran,” katanya. Untuk mensukseskan program nasional itu, dirinya mengaku telah menyusun anggaran sebesar Rp3,7 miliar.
Saat ini, Pemkab Tangerang baru menyalurkan raskin ke enam kecamatan, itupun jatah raskin bulan Januari 2008. Enam kecamatan itu, yakni Jambe 71.660 Kg, Kosambi 80.370 Kg, Balaraja 61.450 Kg, Jayanti 63.430 Kg , Sukamulya 66.850 dan Solear 54.680 Kg.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi setuju dengan usulan tersebut dengan alasan hingga akhir April ini Pemkab Tangerang terlambat menyalurkan raskin sebanyak 13.925.675 Kg.
Namun dirinya menyinggung Pemkab Tangerang yang baru kebingungan melaksanakan program raskin yang sudah berusia 10 tahun. “Mereka baru bingung sekarang. Mulai dari tidak megerti kode rekening untuk biaya operasional, gagal mengakses data BPS sejak awal hingga tak terfahaminya pedoman umum yang tidak banyak berubah,” tegasnya.
Hasil kunjungan kerja DPRD Komisi B Kabupaten Tangerang ke Bulog Banten pada Selasa (07/05) Bulog berkeyaninan utang raskin tidak ada ditingkat masyarakat. “Jadi menurut saya, Bupati dan Wakil Bupati harus segera mendistribusikan raskin,” katanya. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Pemerintah Kabupaten Tangerang menyusun anggaran untuk monitoring pendistribusian beras miskin (raskin) periode 2008 ini sebesar Rp 3,7 miliar. Padahal sebelumnya, Pemkab Tangerang yakin bisa memantaunya tanpa ada anggaran.
Kepala Seksi Bantaun Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang Bambang Siswoyo mengatakan, berdasarkan hasil kajian pendistribusian raskin pada tahun ini, diakuinya perlu ada anggaran. Dirinya beralasan, untuk memonitoring pendistribusian tentu seseorang pasti mengeluarkan anggaran. “Dan ini tidak mungkin menggunakan dana pribadi,” katanya.
Untuk itu, Bambang mengaku telah menyusun anggaran itu. Nantinya, kata dia, pendistribusian raskin itu akan dipantau dua tim. Tim pertama adalah tim koordinasi tingkat Kabupaten Tangerang. Tim pertama ini didalamnya meliputi Eksekutif, Legislatif dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Sementara tim yang kedua tim Kelompok Kerja Raskin (KKR), tim ini terdiri dari unsur pihak Kecamatan dan Desa. “Tim-tim ini akan memantau secara berkala pendistribusian raskin, sehingga tepat sasaran,” katanya. Untuk mensukseskan program nasional itu, dirinya mengaku telah menyusun anggaran sebesar Rp3,7 miliar.
Saat ini, Pemkab Tangerang baru menyalurkan raskin ke enam kecamatan, itupun jatah raskin bulan Januari 2008. Enam kecamatan itu, yakni Jambe 71.660 Kg, Kosambi 80.370 Kg, Balaraja 61.450 Kg, Jayanti 63.430 Kg , Sukamulya 66.850 dan Solear 54.680 Kg.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi setuju dengan usulan tersebut dengan alasan hingga akhir April ini Pemkab Tangerang terlambat menyalurkan raskin sebanyak 13.925.675 Kg.
Namun dirinya menyinggung Pemkab Tangerang yang baru kebingungan melaksanakan program raskin yang sudah berusia 10 tahun. “Mereka baru bingung sekarang. Mulai dari tidak megerti kode rekening untuk biaya operasional, gagal mengakses data BPS sejak awal hingga tak terfahaminya pedoman umum yang tidak banyak berubah,” tegasnya.
Hasil kunjungan kerja DPRD Komisi B Kabupaten Tangerang ke Bulog Banten pada Selasa (07/05) Bulog berkeyaninan utang raskin tidak ada ditingkat masyarakat. “Jadi menurut saya, Bupati dan Wakil Bupati harus segera mendistribusikan raskin,” katanya. (denny irawan)
Selasa, 06 Mei 2008
Ketamine dan Sabu Rp11 Miliar Disita
TANGERANG (SINDO) – Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan ketamine dan sabu-sabu senilai Rp11 miliar.
Pada kasus pertama, Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan ketamine seberat 3 kg senilai Rp6 miliar yang dilakukan dua warga Indonesia,26 April lalu. Pada kasus kedua, penyelundupan dilakukan warga Taiwan,Wang Chin-Chin.Tersangka membawa 1.800 gram sabu dan 1.046 gram ketamine senilai Rp5 miliar,Senin (5/5) sekitar 00.30 WIB.
Pada kasus pertama, menurut Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Bandara Soekarno- Hatta Eko Darmanto, penyelundupan dilakukan dengan menggunakan penerbangan China Airlines bernomor CI 679 sekitar pukul 21.00 WIB dari Hong Kong.
”Keduanya berinisial RCP, 29,warga Jakarta dan JT, 34, warga Medan,” kata Eko Darmanto kemarin. Penggagalan penyelundupan tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik RCP yang saat itu membawa sebuah koper. Setelah dilakukan pemeriksaan di mesin x-ray, petugas mulai mencurigai bungkusan makanan yang dia bawa.
”Begitu dibongkar barang bawaannya, kita mendapati isi dari bungkusan makanan ringan itu ternyata ketamine. Semula dicurigai sabu,tetapi setelah diperiksa adalah ketamine,” lanjutnya. Eko mengatakan, jika penyelundupan ini gagal dicegah tentu sangat membahayakan. Sebab, selain menyebabkan kehilangan kesadaran, ketamine dapat dipergunakan untuk tujuan kejahatan seperti perampokan atau pemerkosaan.
Pemakaian dalam dosis rendah 20–100 mg dapat menyebabkan kehilangan koordinasi otak dengan sangat cepat, sedangkan pemakaian satu gram dapat mengakibatkan kematian. ”Mengonsumsinya bisa dilakukan dengan cara disuntik, dihirup (asapnya), atau dilarutkan dalam minuman,”ucapnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Rahmat Subagyo mengatakan, meski memiliki potensi negatif yang sangat besar bagi masyarakat, ternyata ketamine belum dimasukkan sebagai psikotropika yang diawasi dengan UU No 5/1997. Dengan begitu, keduanya hanya terancam melanggar UU No 23/1992 tentang Kesehatan karena mengimpor bahan baku obat yang berbahaya.
”Di negaranegara maju seperti USA, Australia,Singapura,dan lainlain, ketamine diawasi sangat ketat sebagaimana heroin, ekstasi,atau kokain,namun di Indonesia belum,”terangnya.
Sementara itu Wan Chin- Chin masuk Indonesia dengan menggunakan pesawat Viva Macau ZG 101 pada Senin (5/5) sekitar 00.30 WIB. ”Kepada kami, dia mengaku mendapat bayaran sekitar 2.000 yuan, atau sekitar Rp2,4 juta.Tetapi kami menduga itu bohong,” jelas Rahmat. Saat ini dua RCP dan JT sudah diserahkan ke Mabes Polri, sementara Wan Chin- Chin diserahkan ke Polres Metro Bandara Soekarno- Hatta. (denny irawan)
Pada kasus pertama, Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan ketamine seberat 3 kg senilai Rp6 miliar yang dilakukan dua warga Indonesia,26 April lalu. Pada kasus kedua, penyelundupan dilakukan warga Taiwan,Wang Chin-Chin.Tersangka membawa 1.800 gram sabu dan 1.046 gram ketamine senilai Rp5 miliar,Senin (5/5) sekitar 00.30 WIB.
Pada kasus pertama, menurut Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Bandara Soekarno- Hatta Eko Darmanto, penyelundupan dilakukan dengan menggunakan penerbangan China Airlines bernomor CI 679 sekitar pukul 21.00 WIB dari Hong Kong.
”Keduanya berinisial RCP, 29,warga Jakarta dan JT, 34, warga Medan,” kata Eko Darmanto kemarin. Penggagalan penyelundupan tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik RCP yang saat itu membawa sebuah koper. Setelah dilakukan pemeriksaan di mesin x-ray, petugas mulai mencurigai bungkusan makanan yang dia bawa.
”Begitu dibongkar barang bawaannya, kita mendapati isi dari bungkusan makanan ringan itu ternyata ketamine. Semula dicurigai sabu,tetapi setelah diperiksa adalah ketamine,” lanjutnya. Eko mengatakan, jika penyelundupan ini gagal dicegah tentu sangat membahayakan. Sebab, selain menyebabkan kehilangan kesadaran, ketamine dapat dipergunakan untuk tujuan kejahatan seperti perampokan atau pemerkosaan.
Pemakaian dalam dosis rendah 20–100 mg dapat menyebabkan kehilangan koordinasi otak dengan sangat cepat, sedangkan pemakaian satu gram dapat mengakibatkan kematian. ”Mengonsumsinya bisa dilakukan dengan cara disuntik, dihirup (asapnya), atau dilarutkan dalam minuman,”ucapnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Rahmat Subagyo mengatakan, meski memiliki potensi negatif yang sangat besar bagi masyarakat, ternyata ketamine belum dimasukkan sebagai psikotropika yang diawasi dengan UU No 5/1997. Dengan begitu, keduanya hanya terancam melanggar UU No 23/1992 tentang Kesehatan karena mengimpor bahan baku obat yang berbahaya.
”Di negaranegara maju seperti USA, Australia,Singapura,dan lainlain, ketamine diawasi sangat ketat sebagaimana heroin, ekstasi,atau kokain,namun di Indonesia belum,”terangnya.
Sementara itu Wan Chin- Chin masuk Indonesia dengan menggunakan pesawat Viva Macau ZG 101 pada Senin (5/5) sekitar 00.30 WIB. ”Kepada kami, dia mengaku mendapat bayaran sekitar 2.000 yuan, atau sekitar Rp2,4 juta.Tetapi kami menduga itu bohong,” jelas Rahmat. Saat ini dua RCP dan JT sudah diserahkan ke Mabes Polri, sementara Wan Chin- Chin diserahkan ke Polres Metro Bandara Soekarno- Hatta. (denny irawan)
Jumat, 02 Mei 2008
Pengiriman Tiga Tengkorak Manusia ke Inggris Digagalkan
TANGERANG (SINDO) – Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya pengiriman tiga paket tengkorak manusia dari Denpasar, Bali ke Yorkshire, Inggris melalui pos, 24–26 April lalu.Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Bandara Soekarno- Hatta Eko Darmanto mengatakan, benda-benda itu dikirimkan melalui pos ke kargo Bandara Soekarno-Hatta. ”Setelah diperiksa dengan mesin x-ray, paket pengiriman yang tertulis kerajinan kayu itu mencurigakan para petugas. Setelah dibuka, ternyata berisi tengkorak,” kata Eko Darmanto kemarin.
Tengkorak manusia tersebut ditaruh dalam ember plastik yang dilapisi spons dan kertas koran. Tengkorak tersebut berwarna kecokelatan dengan batok kepala telah diukir layaknya benda seni untuk pajangan. Di bagian geraham dipasang ikatan dari rotan. ”Tengkorak ini sepertinya untuk dijadikan koleksi,” lanjutnya.
Mendapati itu, aparat Bea dan Cukai langsung berkoordinasi dengan Dinas Purbakala DKI Jakarta. Pasalnya, kata Eko, barangbarang tersebut dikhawatirkan merupakan benda purbakala yang memiliki nilai sejarah. Dinas Purbakala melakukan penelitian selama seminggu dan terbukti bahwa benda itu tengkorak asli manusia.
”Namun dari hasil penelitian Dinas Purbakala, benda itu bukanlah benda purbakala. Meski bukan benda bersejarah, benda ini merupakan benda larangan,” tegasnya. Untuk itu proses selanjutnya, Bea dan Cukai menyerahkan kasus ini ke polisi. Nantinya, polisi yang menentukan ada pelanggaran atau tidak.
”Jika memang ada pelanggaran, si pengirim dapat dikenai Pasal 180 KUHP yang ancaman kurungan penjara selama setahun,” tegasnya. Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Rahmat Subagyo mengatakan, benda-benda yang akan dikirim ke luar negeri seluruhnya masuk ke Bea dan Cukai Soekarno-Hatta untuk diperiksa. ”Kita yang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh benda yang akan dikirim,” tandasnya. (denny irawan)
Jumat, 25 April 2008
Sabu Senilai Rp10,8 Miliar Gagal Diselundupkan

TANGERANG (SINDO)-Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu senilai Rp10,8 miliar yang dibawa dua orang warga negara Taiwan, dari Hongkong dengan menggunakan pesawat Cathay Pasific CX 777 pada Kamis (24/04) sore.
Keduanya adalah, Tseng Huang Lung,44, dan Tseng Wen Hu,35. Kepada petugas, keduanya mengaku tidak saling mengenal satu sama lain. Bahkan keduanya tidak mengetahui jika barang bawaannya adalah sabu-sabu. “Saya hanya si suruh bos saya bernama A fuang untuk mengantarnya dengan bayaran sekitar 15 ribu Yuan, ” kata Tseng Huang Lung melalui penterjemah Bea Cukai.
Sedangkan, Tseng Wen Hu mengaku dijanjikan uang sebesar 17 ribu Yuan oleh orang bernama A Cing. "Saya tidak tahu kalau barang yang saya bawa adalah obat-obatan terlarang," kata Tseng Wen Hu.
Berdasarkan keterangannya, barang-barang tersebut akan diterima seseorang di Jakarta. Selain itu, menurut pengakuannya, masing-masing pernah melakukan pengiriman yang sama, tetapi tidak tertangkap. Tseng Huang Lung mengaku sudah empat kali, sedangkan Tseng Wen Hu sudah dua kali. “Saya pernah mengantar barang-barang ini ke Hotel Mercuri di Jakarta,” katanya.
Kepala Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta Rahmat Subagyo mengatakan, penggagalan penyelundupan berhasil dilakukan saat para petugas memeriksa dua koper yang dibawa keduanya di Terminal II kedatangan. “Saat dideteksi dengan mesin x-ray, terdapat warna yang mencurigakan petugas pada koper yang mereka bawa. Kemudian petugas memeriksanya, setelah dibuka, terdapat puluhan paket makanan ringan yang didalamnya terdapat sabu-sabu,” ucapnya. Begitu mengetahui barang bawaannya adalah sabu, kedunya langsung digelandang ke kantor Bea Cukai.
Rahmat menegaskan, pengungkapan pada kasus ini murni kejelain petugas, bukan mendapat informai dari pihak manapun. “Kami memang sangat concern terhadap kasus ini,” katanya.
Meski mereka mengaku partai yang berbeda, namun keduanya berada dalam satu pesawat. “Masing-masing membawa berat yang sama, yakni kurang lebih sekitar 3,6 kilogram,” katanya. Namun, dirinya menurigai mereka adalah satu komplotan.
Rahmat menegaskan, pengungkapan pada kasus ini murni kejelain petugas, bukan mendapat informai dari pihak manapun. “Kami memang sangat concern terhadap kasus ini,” katanya.
Meski mereka mengaku partai yang berbeda, namun keduanya berada dalam satu pesawat. “Masing-masing membawa berat yang sama, yakni kurang lebih sekitar 3,6 kilogram,” katanya. Namun, dirinya menurigai mereka adalah satu komplotan.
Direktur Penindakan dan Penyidikan Yusuf Indarto saat ditanya kemungkinan maraknya sabu-sabu yang lolos ke Indonesia mengatakan, ada 10 ribu orang menuju Indonesia setiap hari melalui Bandara Soekarno-Hatta. "Jadi mungkin saja itu terjadi. Namun penangkapan keempat ini membuktikan bahwa kami berhasil mengalokalisir aksi semacam ini," katanya.
Direktur Jendral Bea Cukai Anwar Supriadi mengelak hanya Bea Cukai Soekarno-Hatta yang berhasil melakukan penggagalan penyelundupan. “Pada prinsipnya sama, semua melakukan pengetatan pengamanan, baik Polonia, Batam dan Ngurah Rai serta Juanda juga belum lama ini berhasil melakukan hal yang sama,” tegasnya. Ditanya kurangnya mesin x-ray pada bandara, Anwar mengaku meski terbilang kurang pihaknya berusaha mengoptimalkan yang sudah ada. “Soal hukuman yang ringan, saya serahkan ke DPR, kita hanya berusaha merangkapkan keamanan secara optimal,” katanya.
Keduanya dianggap melanggar UU No.5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana kurungan paling lama 10 tahun penjara. Keduanya, kini diserahkan kepada Polres Metro Bandara untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, pihak Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta hingga kemarin tak satupun yang berhasil dimintai komentar. (denny irawan)
Keduanya dianggap melanggar UU No.5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana kurungan paling lama 10 tahun penjara. Keduanya, kini diserahkan kepada Polres Metro Bandara untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, pihak Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta hingga kemarin tak satupun yang berhasil dimintai komentar. (denny irawan)
Pengagalan Penyelundupan di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta 2008
Grafis
---------------------------------------------------------------------------------
Waktu Barang Nilai
24 April -- 7,2 Kg Sabu-sabu --- Rp10,8 miliar
12 April -- 6,91 Kg Sabu-sabu --- Rp10 miliar
08 April -- 1.700 Ponsel dan 11 Lukisan --- Rp1,25 miliar
30 Maret -- Sabu-Sabu asal China 9,39 Kg-- Rp10 miliar
09 Maret -- 23..000 Kuda Laut --- Benda Larangan
19 Maret -- 515 gram Kokain asal Bangkok --- Rp2 miliar
11 Februari -- 20 Senjata Api Laras Panjang asal Amerika-- Benda Larangan
12 Februari -- Perhiasan Berlian --- Rp300 juta
09 Januari -- 900 Ponsel dan 20 Botol Miras --- Rp2 miliar
02 Januari -- 14 Lukisan asal Belanda --- Rp2,2 miliar
Sumber Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta
---------------------------------------------------------------------------------
Waktu Barang Nilai
24 April -- 7,2 Kg Sabu-sabu --- Rp10,8 miliar
12 April -- 6,91 Kg Sabu-sabu --- Rp10 miliar
08 April -- 1.700 Ponsel dan 11 Lukisan --- Rp1,25 miliar
30 Maret -- Sabu-Sabu asal China 9,39 Kg-- Rp10 miliar
09 Maret -- 23..000 Kuda Laut --- Benda Larangan
19 Maret -- 515 gram Kokain asal Bangkok --- Rp2 miliar
11 Februari -- 20 Senjata Api Laras Panjang asal Amerika-- Benda Larangan
12 Februari -- Perhiasan Berlian --- Rp300 juta
09 Januari -- 900 Ponsel dan 20 Botol Miras --- Rp2 miliar
02 Januari -- 14 Lukisan asal Belanda --- Rp2,2 miliar
Sumber Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta
Rabu, 23 April 2008
Penambangan Pasir Ilegal Tewaskan Tiga Orang


TANGERANG (SINDO)-Penambangan pasir ilegal terbesar di Kampung Ciringit, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang telan korban. Tiga orang tewas tertimbun galian pasir di lokasi, kemarin sekitar pukul 18.30 WIB.
Menurut Kapolsek Cisoka AKP Abdulah Amin mengatakan,ketiganya tertimbun galian sekitar 10 meter lebih. Indentitas korban telah diketahui, yang pertama Mulyadi, kedua Mundari dan terakhir Asinta. ”Ketiganya adalah pekerja galian pasir ilegal, mereka bekerja untuk Basuki bos galian pasir itu,” kata Kapolsek.
Peristiwa itu, kata dia, berawal dari ketiganya yang sedang bekerja. Tiba-tiba, tanah yang mereka gali longsor dan mengubur mereka. “Mereka lalai, karena mengira pasir yang sudah digalinya belum amblas, ini kesalahan mereka sendiri yang menggali di galian ilegal,” tuturnya keras.
Hingga kemarin malam sekitar pukul 20.09 WIB, proses evakuasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang dibantu warga hanya berhasil mengevakuasi jasad Mulyadi. “Kami kesulitan karena tidak ada pasir yang kuat untuk dipijak alat-alat berat seperti beko dan bulduser,” tegasnya.
Ditanya mengenai maraknya aksi penambangan liar tersebut, dirinya mengaku sudah berlangsung lama. “Itu sudah lama, bahkan sebelum saya ada di sini,” katanya. Dijelaskannya, warga setempat memang memang menolak kehadiran penambangan ilegal tersebut. Pasalnya, sangat berbahaya bagi warga lainnya karena lokasinya adalah persawahan.
Saat ini, lanjutnya, pihak Polsek Cisoka belum meminta keterangan dari para saksi mata. “Belum ada saksi, kita sedang memikirkan evakuasi serta pelarangan warga masuk kearea lokasi agar tidak ada korban lagi,” ujarnya. Berdasarkan informasi Kapolsek, sekitar ratusan masyarakat sekitar masih berada dilokasi untuk melihat jalannya evakuasi.
Sementara itu, Kapolres Metro Kabupaten Tangerang AKBP Agus Adrianto mengatakan, pihaknya pernah melakukan penutupan dibantu Satpol PP Kabupaten Tangerang. Ditanya adanya setoran kepada sejumlah aparat dilokasi, dirinya akan menyelediki kebenarannya.”Kita akan selidiki itu,” katanya. (denny irawan)
167 Calon Jemaah Umroh Batal Berangkat
TANGERANG (SINDO)-167 calon jemaah umroh yang berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta batal diberangkatkan, kemarin. Diantaranya adalah jamaah umroh rombongan dari Wali Kota Jakarta Barat.
Kepala Adminstrator Bandara Soekarno Hatta Herry Bhakti mengatakan, pihak biro perjalanan para jemaah tersebut, belum membayar biaya fiskal kepada pihak Bandara."Ada 167 orang calon jemaah umroh. Tidak bisa berangkat karena fiskalnya belum dibayar," ujar Herry. Akibatnya para calon jemaah umroh tersebut lapor ke Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta.
Rencananya, para calon jemaah umroh tersebut dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB menggunakan maskapai Saudi Airlines. Menurutnya, para calon jemaah umroh tersebut berangkat melalui biro perjalanan umroh PT Lamtri Utama. Namun Hary mengaku belum mengetahui mengapa biro perjalanan tersebut belum membayarkan fiskal para calon jemaah umroh itu.
Saat ini persoalan tersebut menurutnya ditangani oleh Polres Bandara. "Kami tidak tahu apa itu penipuan atau bukan, bahkan sebenarnya ini tidak ada persoalan dengan bandara, ini hanya persoalan pihak travel dan calon jamaah,” katanya.
Herry mengatakan, dari 167 yang belum membayar fiskal ada sekitar 102.Sedangkan sisanya, kata dia, mengalami permasalahan yang lain. “Sisanya, permasalahan administrasi lainnya, seperti tiket dan lain-lain,” katanya. Herry menuturkan diantara calon jamaah, terdapat rombongan Wali Kota Jakarta Barat. Kasus seperti ini menurutnya, baru pertama kali ini terjadi, untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Departemen Agama untuk lebih menertibkan biro-biro umroh dan haji agar peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. "Kami akan berkoordinasi dengan Depag, mereka yang berwenang mengatur biro-biro seperti itu," ujarnya. Hingga kemarin malam, para calon jamaah sebagaian masih melaporakan peristiwa itu, sedangkan sebagiannya memilih menginap di Hotel.
Kepala Unit Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Iptu Agus Tri mambenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah menerima laporan dari para jamaah umroh tersebut. “Sudah ada laporannya,” tandasnya. (denny irawan)
Kepala Adminstrator Bandara Soekarno Hatta Herry Bhakti mengatakan, pihak biro perjalanan para jemaah tersebut, belum membayar biaya fiskal kepada pihak Bandara."Ada 167 orang calon jemaah umroh. Tidak bisa berangkat karena fiskalnya belum dibayar," ujar Herry. Akibatnya para calon jemaah umroh tersebut lapor ke Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta.
Rencananya, para calon jemaah umroh tersebut dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB menggunakan maskapai Saudi Airlines. Menurutnya, para calon jemaah umroh tersebut berangkat melalui biro perjalanan umroh PT Lamtri Utama. Namun Hary mengaku belum mengetahui mengapa biro perjalanan tersebut belum membayarkan fiskal para calon jemaah umroh itu.
Saat ini persoalan tersebut menurutnya ditangani oleh Polres Bandara. "Kami tidak tahu apa itu penipuan atau bukan, bahkan sebenarnya ini tidak ada persoalan dengan bandara, ini hanya persoalan pihak travel dan calon jamaah,” katanya.
Herry mengatakan, dari 167 yang belum membayar fiskal ada sekitar 102.Sedangkan sisanya, kata dia, mengalami permasalahan yang lain. “Sisanya, permasalahan administrasi lainnya, seperti tiket dan lain-lain,” katanya. Herry menuturkan diantara calon jamaah, terdapat rombongan Wali Kota Jakarta Barat. Kasus seperti ini menurutnya, baru pertama kali ini terjadi, untuk itu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Departemen Agama untuk lebih menertibkan biro-biro umroh dan haji agar peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. "Kami akan berkoordinasi dengan Depag, mereka yang berwenang mengatur biro-biro seperti itu," ujarnya. Hingga kemarin malam, para calon jamaah sebagaian masih melaporakan peristiwa itu, sedangkan sebagiannya memilih menginap di Hotel.
Kepala Unit Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Iptu Agus Tri mambenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah menerima laporan dari para jamaah umroh tersebut. “Sudah ada laporannya,” tandasnya. (denny irawan)
Lagi, Pejabat Pemkot Tangerang Diperiksa

Lagi, Pejabat Pemkot Tangerang Diperiksa
TANGERANG (SINDO)-Kepala Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Kota Tangerang Muhtarom diperiksa petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang dalam kasus dugaan penyelewengan dana monitoring beras miskin (raskin) Rp200 juta, kemarin.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan, Muhtarom diperiksa sebagai saksi dalam penggunaan anggaran dari kas daerah 2007 oleh Utun Sobari yang sebelumnya pada Kamis (17/04) lalu telah menjadi tersangka. “Kita ingin mengetahui bagaimana anggaran itu keluar dan siapa saja yang menggunakannya, termasuk keterlibatan Muhtarom dalam pengeluaran anggaran,” kata Rakhmat.
Tidak hanya itu, Kejaksaan juga memeriksa salah satu staf Utun Sobari dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat yakni Rojali. Pemeriksaan terhadap Rojali, kata dia, dilakukan karena Rojali bertugas sebegai pemimpin pelaksaan kegiatan monitoring raskin. Ditanya soal hasil pemeriksaan, Rakhmat enggan menginformasikannya. “Hasil pemeriksaannya tentu tidak akan mungkin kita publikasikan, sebab belum bisa dikemukakan saat ini,” katanya.
Rakhmat juga mengaku jadwal yang seharusnya akan dilakukan pemanggilan terhadap seluruh camat ditunda. “Kita memeriksa lurah dulu, dua orang lurah telah dipanggil. Satu telah menepatinya, sedangkan satunya lagi mangkir dengan alasan sedang sakit,” ucapnya seraya menjelaskan dua orang lurah itu lurah Sudimara Timur dan Sudimara Barat, Ciledug, Kota Tangerang.
Sekda Kota Tangerang Harry Mulya Zein saat dimintai komentarnya enggan menjelaskan permasalahan tersebut. “Saya tidak ingin jawab permasalahan itu,” katanya. Kepala Bagian Hukum Kota Tangerang Ivan Yudianto mengatakan, pihaknya melihat apa yang dilakukan Utun Sobari telah sesuai dengan prosedur. Soal dana tersebut yang akhirnya dikembalikan, dirinya menganggap, itu hanya rasa ketakutan saja. “Pengembalian itu karena ada rasa takut salah, “ katanya. Dirinya meyakini, Muhtarom tidak ada kaitannya dan tidak terlibat dalam kasus ini. “Saya yakin itu tidak akan,” katanya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Kejari Tangerang Agus Sutoto mengatakan, tim penyidik kejaksaan telah menemukan adanya penyimpangan aliran dana pada tim pemantau distribusi raskin yang dilakukan Utun Sobari. Modus yang dipakai tersangka adalah honor tim pemantau sebanyak Rp200 juta yang diambil dari APBD telah dibagikan terlebih dahulu, sebelum tim itu terbentuk.
Sementara itu, kasus penyelengan raskin di Kabupaten Tangerang, Rakhmat mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap Camat Kronjo Murhadi. Belum berkembangnya kasus raskin di Kabupaten Tangerang, kata Rakhmat, karena Murhadi perlu banyak diperiksa karena lebih banyak mengetahui permasalahan. “Sebab lebih banyak dia mengetahui, maka lebih lama dia kita periksa,” katanya. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Kepala Badan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Kota Tangerang Muhtarom diperiksa petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang dalam kasus dugaan penyelewengan dana monitoring beras miskin (raskin) Rp200 juta, kemarin.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan, Muhtarom diperiksa sebagai saksi dalam penggunaan anggaran dari kas daerah 2007 oleh Utun Sobari yang sebelumnya pada Kamis (17/04) lalu telah menjadi tersangka. “Kita ingin mengetahui bagaimana anggaran itu keluar dan siapa saja yang menggunakannya, termasuk keterlibatan Muhtarom dalam pengeluaran anggaran,” kata Rakhmat.
Tidak hanya itu, Kejaksaan juga memeriksa salah satu staf Utun Sobari dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat yakni Rojali. Pemeriksaan terhadap Rojali, kata dia, dilakukan karena Rojali bertugas sebegai pemimpin pelaksaan kegiatan monitoring raskin. Ditanya soal hasil pemeriksaan, Rakhmat enggan menginformasikannya. “Hasil pemeriksaannya tentu tidak akan mungkin kita publikasikan, sebab belum bisa dikemukakan saat ini,” katanya.
Rakhmat juga mengaku jadwal yang seharusnya akan dilakukan pemanggilan terhadap seluruh camat ditunda. “Kita memeriksa lurah dulu, dua orang lurah telah dipanggil. Satu telah menepatinya, sedangkan satunya lagi mangkir dengan alasan sedang sakit,” ucapnya seraya menjelaskan dua orang lurah itu lurah Sudimara Timur dan Sudimara Barat, Ciledug, Kota Tangerang.
Sekda Kota Tangerang Harry Mulya Zein saat dimintai komentarnya enggan menjelaskan permasalahan tersebut. “Saya tidak ingin jawab permasalahan itu,” katanya. Kepala Bagian Hukum Kota Tangerang Ivan Yudianto mengatakan, pihaknya melihat apa yang dilakukan Utun Sobari telah sesuai dengan prosedur. Soal dana tersebut yang akhirnya dikembalikan, dirinya menganggap, itu hanya rasa ketakutan saja. “Pengembalian itu karena ada rasa takut salah, “ katanya. Dirinya meyakini, Muhtarom tidak ada kaitannya dan tidak terlibat dalam kasus ini. “Saya yakin itu tidak akan,” katanya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Kejari Tangerang Agus Sutoto mengatakan, tim penyidik kejaksaan telah menemukan adanya penyimpangan aliran dana pada tim pemantau distribusi raskin yang dilakukan Utun Sobari. Modus yang dipakai tersangka adalah honor tim pemantau sebanyak Rp200 juta yang diambil dari APBD telah dibagikan terlebih dahulu, sebelum tim itu terbentuk.
Sementara itu, kasus penyelengan raskin di Kabupaten Tangerang, Rakhmat mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap Camat Kronjo Murhadi. Belum berkembangnya kasus raskin di Kabupaten Tangerang, kata Rakhmat, karena Murhadi perlu banyak diperiksa karena lebih banyak mengetahui permasalahan. “Sebab lebih banyak dia mengetahui, maka lebih lama dia kita periksa,” katanya. (denny irawan)
Pekerja RS Honoris Tuntut Kejelasan Status

TANGERANG (SINDO)-Sekitar 200 pekerja Rumah Sakit (RS) Honoris, Modern Land, Kota Tangerang melakukan aksi demonstrasi di depan RS tersebut, kemarin. Mereka menuntut agar kejelasan status mereka setelah tersiar kabar pemilik RS itu telah menjualnya ke pihak lain. Akibatnya, pelayanan RS tersebut terganggu.
Wakil Ketua II Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI)'92 RS Honoris Diana mengatakan, seluruh pekerja yang jumlahnya mencapai 600 orang telah mendegar kabar pemilik RS, yakni Modern Group telah menjual ke Bank Maya Pada. “Bahkan kita telah melihat sendiri adanya ekspos di salah satu televisi swasta dan media cetak soal adanya peralihan kepemilikan,” kata Diana.
Munculnya kabar tersebut membuat seluruh pekerja, seperti pekerja medis dan non medis khawatir. Pasalnya, setiap kali para pekerja menanyakan kejelasan informasi, pihak manajemen seakan menghindar. “Yang kami inginkan adalah berikan kami kepastian. Apakah kami masih pekerja tetap atau nantinya kontrak, atau malah menggunakan outsourcing, dan akhirnya kami dipecat, ” katanya.
Selain meminta kejelasan, para pekerja juga menuntut kenaikan upah, yang selama ini telah diminta para pekerja. “Perusahaan tidak mengikuti SK Gubernur Banten 2008 tentang kenaikan upaya, selain itu perhitungan jam lembur tidak sesuai dengan UU No.13/2003 tentang ketenagakerjaan,” katanya.
Para pekerja RS Honoris itu melakukan aksi secara bergantian tanpa mengganggu jadwal bekerja mereka. Sehingga pelayanan terhadap para pasien yang dirawat di sana, tidak begitu terganggu.
“Hari ini yang masuk pagi tidak melakukan aksi, tetapi nanti seusai bekerja kami bergantian dengan yang tadi pagi demo,”ujar Nariah salah seorang perawat di bagian Medical Center yang tidak ikut demo pada pagi tadi.
Humas RS Honoris Lily Suharyani mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan kebenaran adanya rencana pengalihan kepemilikan RS tersebut. Pasalnya hingga kemarin sore, pihak manajemen sedang melakukan rapat guna menanggapi aksi para pekerja tersebut. Saat ditanya mengenai adanya gangguan, dirinya menepisnya. “Nanti saja tunggu majemen selesai rapat, setahu saya tidak terlalu mengganggu,” tandasnya.
Pantauan SINDO dilokasi, aksi yang dilakukan membuat gaduh seisi RS. Pasalnya, para pekerja memasang sound system di depan halaman masuk pintu utama pasien. Pejagaan ketatpun dilakukan aparat Polsek Tangerang dan Polres Metro Tangerang.(denny irawan)
Wakil Ketua II Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI)'92 RS Honoris Diana mengatakan, seluruh pekerja yang jumlahnya mencapai 600 orang telah mendegar kabar pemilik RS, yakni Modern Group telah menjual ke Bank Maya Pada. “Bahkan kita telah melihat sendiri adanya ekspos di salah satu televisi swasta dan media cetak soal adanya peralihan kepemilikan,” kata Diana.
Munculnya kabar tersebut membuat seluruh pekerja, seperti pekerja medis dan non medis khawatir. Pasalnya, setiap kali para pekerja menanyakan kejelasan informasi, pihak manajemen seakan menghindar. “Yang kami inginkan adalah berikan kami kepastian. Apakah kami masih pekerja tetap atau nantinya kontrak, atau malah menggunakan outsourcing, dan akhirnya kami dipecat, ” katanya.
Selain meminta kejelasan, para pekerja juga menuntut kenaikan upah, yang selama ini telah diminta para pekerja. “Perusahaan tidak mengikuti SK Gubernur Banten 2008 tentang kenaikan upaya, selain itu perhitungan jam lembur tidak sesuai dengan UU No.13/2003 tentang ketenagakerjaan,” katanya.
Para pekerja RS Honoris itu melakukan aksi secara bergantian tanpa mengganggu jadwal bekerja mereka. Sehingga pelayanan terhadap para pasien yang dirawat di sana, tidak begitu terganggu.
“Hari ini yang masuk pagi tidak melakukan aksi, tetapi nanti seusai bekerja kami bergantian dengan yang tadi pagi demo,”ujar Nariah salah seorang perawat di bagian Medical Center yang tidak ikut demo pada pagi tadi.
Humas RS Honoris Lily Suharyani mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan kebenaran adanya rencana pengalihan kepemilikan RS tersebut. Pasalnya hingga kemarin sore, pihak manajemen sedang melakukan rapat guna menanggapi aksi para pekerja tersebut. Saat ditanya mengenai adanya gangguan, dirinya menepisnya. “Nanti saja tunggu majemen selesai rapat, setahu saya tidak terlalu mengganggu,” tandasnya.
Pantauan SINDO dilokasi, aksi yang dilakukan membuat gaduh seisi RS. Pasalnya, para pekerja memasang sound system di depan halaman masuk pintu utama pasien. Pejagaan ketatpun dilakukan aparat Polsek Tangerang dan Polres Metro Tangerang.(denny irawan)
Minggu, 20 April 2008
DRPD desak Bupati Percepat Distribusi Raskin
TANGERANG (SINDO)-DPRD Kabupaten Tangerang mendesak pendsitribusian beras miskin (raskin) bagi rumah tangga miskin se-Kabupaten Tangerang yang hingga kini belum terdistribusi. Pasalnya, Pemkab Tangerang telah berjanji akan menditribusikannya 17 April 2008 lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Pemkab Tangerang akan mendistribusikannya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi mengatakan, Bupati harusnya segera mendistribusikan raskin 2008 kepada masyarakat. Pasalnya masyarakat sudah lama menanti keringanan biaya hidup. “Pemkab Tangerang jangan hanya janji saja, segera lakukan pendsitribusian,” katanya, kemarin.
Menurutnya berdasarkan hasil angketnya di wilayah Pondok Aren, tepatnya di RW 04, Kecamatan Pondok Arena, sekitar 105 orang yang dimintai keterangan seputar raskin, seluruh warga miskin itu mengaku belum pernah mendapatkan raskin. “Bahkan mendengarnya saja mereka belum pernah. Ini perlu dipertanyakan, kemana jatah mereka,” ucapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, sebanyak 254.445 rumah tangga miskin yang berhak menerimanya hingga kini belum menerima beras bersubsidi tersebut.
Kepala Seksi Bantuan Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, Bambang Siswoyo mengatakan, belum bisa terdistribusikannya raskin karena masih menggunggu data penerima raskin yang baru. “Masih kita lakukan validasi penerimanya,” katanya.
Dijelaskannya, tahun ini wilayahnya mendapatkan jatah sebanyak 36.900 ton untuk di distribusikan kepada 254.485 rumah tangga miskin di 36 kecamatan. “Jumlah RTM tersebut telah mengalami kenaikan dibanding 2007 sebanyak 159.726 KK,” katanya.
Menurutnya, mekanisme penyalurannya tahun ini berbeda dibanding sebelumnya dimana kali ini beras dari Bulog langsung dikirim ke desa/kelurahan, sedangkan sasaran distribusi berdasarkan data pengajuan dari masing-masing kecamatan melalui Dinas Kesejahteraan Sosial. Tahun ini, lanjut Bambang, jatah Raskin untuk setiap KK mengalami kenaikan sejak Februari, dari sebelumnya 10 kilogram/KK menjadi 15 kilogram. (denny irawan)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi mengatakan, Bupati harusnya segera mendistribusikan raskin 2008 kepada masyarakat. Pasalnya masyarakat sudah lama menanti keringanan biaya hidup. “Pemkab Tangerang jangan hanya janji saja, segera lakukan pendsitribusian,” katanya, kemarin.
Menurutnya berdasarkan hasil angketnya di wilayah Pondok Aren, tepatnya di RW 04, Kecamatan Pondok Arena, sekitar 105 orang yang dimintai keterangan seputar raskin, seluruh warga miskin itu mengaku belum pernah mendapatkan raskin. “Bahkan mendengarnya saja mereka belum pernah. Ini perlu dipertanyakan, kemana jatah mereka,” ucapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, sebanyak 254.445 rumah tangga miskin yang berhak menerimanya hingga kini belum menerima beras bersubsidi tersebut.
Kepala Seksi Bantuan Fakir Miskin Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, Bambang Siswoyo mengatakan, belum bisa terdistribusikannya raskin karena masih menggunggu data penerima raskin yang baru. “Masih kita lakukan validasi penerimanya,” katanya.
Dijelaskannya, tahun ini wilayahnya mendapatkan jatah sebanyak 36.900 ton untuk di distribusikan kepada 254.485 rumah tangga miskin di 36 kecamatan. “Jumlah RTM tersebut telah mengalami kenaikan dibanding 2007 sebanyak 159.726 KK,” katanya.
Menurutnya, mekanisme penyalurannya tahun ini berbeda dibanding sebelumnya dimana kali ini beras dari Bulog langsung dikirim ke desa/kelurahan, sedangkan sasaran distribusi berdasarkan data pengajuan dari masing-masing kecamatan melalui Dinas Kesejahteraan Sosial. Tahun ini, lanjut Bambang, jatah Raskin untuk setiap KK mengalami kenaikan sejak Februari, dari sebelumnya 10 kilogram/KK menjadi 15 kilogram. (denny irawan)
Kamis, 17 April 2008
Jalan Alternatif
Grafis Jalan Alternatif dari Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta
Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Alternatif l
Tomang-Jln Tol Jakarta Tangerang (Keluar Kebon Nanas)-Jln MH Thamrin- JlnJenderal Sudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan I-Jln Garuda-Jln HalimPerdana Kusuma-Jln Husein Sastranegara-Jln Amd-Jln masuk ke Bandara.
Alternatif II
Jln Tol Jakarta -Keluar Tangerang (keluar Kebon Nanas)-Jln MH Thamrin-JlnJenderal Sudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan III-Jln Suryadarma-PintuM1.
Alternatif III
Jln Tol TB Simatupang-Tol BSD-Jln Serpong Raya-Jln MH Thamrin-Jln JenderalSudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan II-Jln Suryadarma-Pintu M1.
Alternatif IV
Jln Tol TB Simatupang-Jln Tol BSD-Jln Serpong Raya-Jln MH Thamrin-Jln JendSudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan I-Jln Garuda-HalimPerdanakusuma-Jln Husein Sastranegara-Jln AMD-Jln masuk ke bandara.
Bandara Soekarno-Hatta menuju Jakarta
Alternatif I
Jln keluar bandara-Jln Husein Sastranegara-Jln Halim Perdanakusuma-JlnGaruda-Jln Pembangunan I-Jln Daan Mogot-Jln Jenderal Sudirman-Jln MHThamrin-Jln Tol JakartaTangerang-Tomang.
Alternatif II
Pintu M1-Jln Sudyadarma_Jln Pembangunan III-Jln Daan Mogot_Jln JenderalSudirman-Jln MH Thamrin-Jln Tol Jakarta Tangerang-Tomang.Alternatif IIIPintu M!-Jln Sudryadarma-Jln Pembangunan III-Jln Daan Mogot-JenderalSudirman-Jln MH Thamrin-Jln Serpong Raya-Jln Tol BSD-Jln TB Simatupang.Alternatif IVJln keluar bandara-Jln AMD-Jln Husein Sastranegara-Jln HalimPerdanakusuma-Jln Garuda-Jln Pembangunan I-Jln Daan Mogot-Jln JendSudirman-Jln MH Thamrin-Jlen Serpong Raya-Jln Tol BSD-Jln TM Simatupang.
Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Alternatif l
Tomang-Jln Tol Jakarta Tangerang (Keluar Kebon Nanas)-Jln MH Thamrin- JlnJenderal Sudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan I-Jln Garuda-Jln HalimPerdana Kusuma-Jln Husein Sastranegara-Jln Amd-Jln masuk ke Bandara.
Alternatif II
Jln Tol Jakarta -Keluar Tangerang (keluar Kebon Nanas)-Jln MH Thamrin-JlnJenderal Sudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan III-Jln Suryadarma-PintuM1.
Alternatif III
Jln Tol TB Simatupang-Tol BSD-Jln Serpong Raya-Jln MH Thamrin-Jln JenderalSudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan II-Jln Suryadarma-Pintu M1.
Alternatif IV
Jln Tol TB Simatupang-Jln Tol BSD-Jln Serpong Raya-Jln MH Thamrin-Jln JendSudirman-Jln Daan Mogot-Jln Pembangunan I-Jln Garuda-HalimPerdanakusuma-Jln Husein Sastranegara-Jln AMD-Jln masuk ke bandara.
Bandara Soekarno-Hatta menuju Jakarta
Alternatif I
Jln keluar bandara-Jln Husein Sastranegara-Jln Halim Perdanakusuma-JlnGaruda-Jln Pembangunan I-Jln Daan Mogot-Jln Jenderal Sudirman-Jln MHThamrin-Jln Tol JakartaTangerang-Tomang.
Alternatif II
Pintu M1-Jln Sudyadarma_Jln Pembangunan III-Jln Daan Mogot_Jln JenderalSudirman-Jln MH Thamrin-Jln Tol Jakarta Tangerang-Tomang.Alternatif IIIPintu M!-Jln Sudryadarma-Jln Pembangunan III-Jln Daan Mogot-JenderalSudirman-Jln MH Thamrin-Jln Serpong Raya-Jln Tol BSD-Jln TB Simatupang.Alternatif IVJln keluar bandara-Jln AMD-Jln Husein Sastranegara-Jln HalimPerdanakusuma-Jln Garuda-Jln Pembangunan I-Jln Daan Mogot-Jln JendSudirman-Jln MH Thamrin-Jlen Serpong Raya-Jln Tol BSD-Jln TM Simatupang.
Pemkot Ingin Kelola Situ Cipondoh
TANGERANG–Pemkot berharap bisa mengelola Situ Cipondoh untuk dikembangkan menjadi daerah resapan. Pasalnya, pengelolaan situ yang terletak di Jl Hasyim Ashari itu masih dilakukan oleh Pemprov Banten.
â€Å“Kami berharap bisa mengelola situ itu karena terletak di wilayah Kota Tangerang,†kata Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, Kamis (17/4). Pemkot sama sekali tidak memiliki andil dalam melakukan pengelolaan Situ Cipondoh. Namun, masih ada keterlibatan masyarakat setempat yang memanfaatkan situ.
â€Å“Situ Cipondoh bisa dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan hiburan,†kata Wahidin. Selain itu, lanjutnya, Situ Cipondoh juga bisa dimanfaatkan sebagai daerah resapan air. Daerah resapan air bisa dijadikan alat untuk mencegah banjir yang sering melanda Kota Tangerang.
Sebelum bisa digunakan sebagai daerah resapan air, lanjutnya, Situ Cipondoh perlu mengalami normalisasi. Namun, pemkot tidak bisa melakukan langkah tersebut karena terbentur regulasi yang menyatakan bahwa pengelolaan Situ Cipondoh dilakukan oleh Provinsi Banten.
Berdasarkan pantauan Republika, tidak banyak aktivitas yang terjadi di Situ Cipondoh. Permukaan air situ seluas 126 kilometer persegi itu ditutupi tumbuhan eceng gondok. Bahkan, warna air Situ Cipondoh tampak keruh dan dipenuhi sampah.
Meski demikian, beberapa warga memanfaatkan area pinggiran Situ Cipondoh untuk berjualan makanan. Beberapa di antaranya menggunakan bangunan permanen. Selain itu, warga juga memanfaatkan situ tersebut untuk memancing.
Pemprov Banten menerima Situ Cipondoh dari Pemprov Jawa Barat pada awal Januari 2007. Sebelum Provinsi Banten terbentuk, Pemprov Jawa Barat telah menjalin kontrak kerja sama dengan PT. Griya Tunggal Paksi. Perusahaan ini diberi kewenangan untuk mengelola situ Cipondoh menjadi tempat pariwisata dalam kota selama 30 tahun. n c54
Wali Kota Yakin Seluruh Siswa SMA/SMK Lulus UASBN
TANGERANG–Wali Kota Tangerang Wahidin Halim yakin seluruh siswa SMA/AMK yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) lulus seratur persen. Hal itu dikatakan Wahidin dalam acara doa bersama 1.500 siswa SMA/SMK guna menyongsong UASBN, Kamis (17/4).
â€Å“Semua peserta ujian akan lulus seratus persen karena kualitas siswa SMA/SMK di Kota Tangerang tidak diragukan lagi,†kata Wahidin. Tingkat kelulusan UASBN Kota Tangerang mencatat jumlah tertinggi di Provinsi Banten. Wahidin yakin tingkat kelulusan siswa akan bertambah pada tahun ini.
â€Å“Tidak perlu cemas dan takut menghadapi ujian,†kata Wahidin. Ujian merupakan suatu hal yang harus dihadapi setiap siswa. Oleh karenanya, setiap siswa harus optimis dalam menghadapi ujian. Siswa banyak mendapat dukungan moril dari guru dan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Zaenudin, mengatakan, acara doa bersama dimaksudkan untuk memberikan keyakinan kepada peserta ujian. â€Å“Mereka harus diberi motivasi agar bisa memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi ujian nasional,†kata Zaenudin. Melalui langkah itu diharapkan tingakt kelulusan siswa dapat meningkat.
Sebelumnya, Zaenudin mengatakan bahwa, UN 2008 di tingkat SMA menguji enam mata pelajaran, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan tiga mata pelajaran sesuai jurusan. â€Å“Tahun sebelumnya hanya menguji tiga mata pelajaran,†kata Zaenudin. Nilai standar kelulusan UN 2008 ini sebesar 5,25 untuk setiap mata pelajaran.
Nilai standar kelulusan itu lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar 5,00 setiap mata pelajaran. â€Å“Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34 tahun 2007,†Zaenudin. Dengan alasan itu, kesiapan siswa menghadapi UN 2008 harus lebih baik. n c54
TANGERANG–Pemkot berharap bisa mengelola Situ Cipondoh untuk dikembangkan menjadi daerah resapan. Pasalnya, pengelolaan situ yang terletak di Jl Hasyim Ashari itu masih dilakukan oleh Pemprov Banten.
â€Å“Kami berharap bisa mengelola situ itu karena terletak di wilayah Kota Tangerang,†kata Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, Kamis (17/4). Pemkot sama sekali tidak memiliki andil dalam melakukan pengelolaan Situ Cipondoh. Namun, masih ada keterlibatan masyarakat setempat yang memanfaatkan situ.
â€Å“Situ Cipondoh bisa dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, olahraga, dan hiburan,†kata Wahidin. Selain itu, lanjutnya, Situ Cipondoh juga bisa dimanfaatkan sebagai daerah resapan air. Daerah resapan air bisa dijadikan alat untuk mencegah banjir yang sering melanda Kota Tangerang.
Sebelum bisa digunakan sebagai daerah resapan air, lanjutnya, Situ Cipondoh perlu mengalami normalisasi. Namun, pemkot tidak bisa melakukan langkah tersebut karena terbentur regulasi yang menyatakan bahwa pengelolaan Situ Cipondoh dilakukan oleh Provinsi Banten.
Berdasarkan pantauan Republika, tidak banyak aktivitas yang terjadi di Situ Cipondoh. Permukaan air situ seluas 126 kilometer persegi itu ditutupi tumbuhan eceng gondok. Bahkan, warna air Situ Cipondoh tampak keruh dan dipenuhi sampah.
Meski demikian, beberapa warga memanfaatkan area pinggiran Situ Cipondoh untuk berjualan makanan. Beberapa di antaranya menggunakan bangunan permanen. Selain itu, warga juga memanfaatkan situ tersebut untuk memancing.
Pemprov Banten menerima Situ Cipondoh dari Pemprov Jawa Barat pada awal Januari 2007. Sebelum Provinsi Banten terbentuk, Pemprov Jawa Barat telah menjalin kontrak kerja sama dengan PT. Griya Tunggal Paksi. Perusahaan ini diberi kewenangan untuk mengelola situ Cipondoh menjadi tempat pariwisata dalam kota selama 30 tahun. n c54
Wali Kota Yakin Seluruh Siswa SMA/SMK Lulus UASBN
TANGERANG–Wali Kota Tangerang Wahidin Halim yakin seluruh siswa SMA/AMK yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) lulus seratur persen. Hal itu dikatakan Wahidin dalam acara doa bersama 1.500 siswa SMA/SMK guna menyongsong UASBN, Kamis (17/4).
â€Å“Semua peserta ujian akan lulus seratus persen karena kualitas siswa SMA/SMK di Kota Tangerang tidak diragukan lagi,†kata Wahidin. Tingkat kelulusan UASBN Kota Tangerang mencatat jumlah tertinggi di Provinsi Banten. Wahidin yakin tingkat kelulusan siswa akan bertambah pada tahun ini.
â€Å“Tidak perlu cemas dan takut menghadapi ujian,†kata Wahidin. Ujian merupakan suatu hal yang harus dihadapi setiap siswa. Oleh karenanya, setiap siswa harus optimis dalam menghadapi ujian. Siswa banyak mendapat dukungan moril dari guru dan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Zaenudin, mengatakan, acara doa bersama dimaksudkan untuk memberikan keyakinan kepada peserta ujian. â€Å“Mereka harus diberi motivasi agar bisa memiliki rasa percaya diri ketika menghadapi ujian nasional,†kata Zaenudin. Melalui langkah itu diharapkan tingakt kelulusan siswa dapat meningkat.
Sebelumnya, Zaenudin mengatakan bahwa, UN 2008 di tingkat SMA menguji enam mata pelajaran, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan tiga mata pelajaran sesuai jurusan. â€Å“Tahun sebelumnya hanya menguji tiga mata pelajaran,†kata Zaenudin. Nilai standar kelulusan UN 2008 ini sebesar 5,25 untuk setiap mata pelajaran.
Nilai standar kelulusan itu lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar 5,00 setiap mata pelajaran. â€Å“Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34 tahun 2007,†Zaenudin. Dengan alasan itu, kesiapan siswa menghadapi UN 2008 harus lebih baik. n c54
Kamis, 03 April 2008
Camat Sukadiri di Tahan
TANGERANG (SINDO-Tersangka kasus beras miskin (raskin)Camat Sukadiri Kabupaten Tangerang Lizia Sobandi akhirnya ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang setelah menjalani pemeriksanaan maraton selama delapam jam, kemarin.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Agus Sutoto menyatakan, penahanan dilakukan setelah semua unsur bukti mencukupi. “Mereka ditahan agar perbuatan tersangka tidak terulang kembali atau mempengaruhi saksi, dan menghilangkan bukti. Initinya untuk penyelidikan,” ujar Agus yang pernah menjabat sebagai hubungan masyarakat (humas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ini.
Setelah menjalani pemeriksaan, Camat Sukadiri langsung digelandang petugas Kejari pada pukul 16.15 WIB ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Pemuda kelas II sebagai tahanan titipan Kejari. “Penahanan dilakukan sejak hari ini (Kamis 3/4) hingga Rabu (16/4),” kata Agus, sambil menambahkan jika nanti masih diperlukan penahanan, maka waktu penahanan diperpanjang selama 20 hari.
Kajari mengatakan, tersangka terancam UU. No.31/199 Pasal 2 ayat (1) dan 3 jo Pasal 20/2001 tentang pemberantasan korupsi yang terkandung didalamnya setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup. “Selain menahan dia (Lizia Sobandi), kita juga menahan empat tersangka lainnya,” katanya.
Empat orang yang sebelumnya sudah berstatus tersangka dan kini ditahan itu yakni, Mantan Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Dulgani, Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso, dan dua orang lainnya yakni Muklis dan Aan Muliadi yang berperan sebagai penadah raskin tersebut.
Lizia Sobandi yang tiba di Kejari sejak pukul 10.00 WIB bersama pengacaranya menolak untuk memberikan keterangan kepada wartawan. “Tanya saja sama pengacara saya,” kata Lizia sebelum memasuki ruang pemeriksaan Kejari. Lizia yang menggunakan kemeja batik berwarna merah dengan wajah pucat.
Pengacara Lizia Sobandi, Deden Sukron mengatakan, pihaknya hanya memenuhi panggilan Kejari. “Kami memenuhi panggilan Kejari untuk kepentingan penyidikan,”singkatnya.
Seperti diketahui, Lizia Sobandi ditetapkan status tersangka oleh Kejari menyusul dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (SPP) bernomor 01/0.611/Fd.1/03/2008 pada Senin (3/3) yang ditandatangani Kajari Agus Sutoto.
Tersangka ditahan karena dugaan penyelewengan raskin selama enam bulan, yang perbulannya sebanyak 32 ton. Sebelumnya, Kajari mengatakan, kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan tersangka sekitar Rp700 juta. Penyelewengan terjadi, dengan modus raskin sebanyak 192 ton itu tidak disalurkan, melainkan menjual kepada pihak ketiga. Caranya, Mantan Kasi Kesos serta Kasi Kesos saat ini menjual raskin tersebut kepada Muhlis dan Aan Muliadi dengan harga perkilogram sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000. Hasil keuntungan dari penjual raskin tersebut kemudian dibagi-bagi, termasuk Camat Sukadiri Lizia Sobandi.
Sementara itu di Kajari sempat terjadi keributan antara istri Lizia Sobandi dengan Kasipidsus Rakhmat Hariyanto. Bahkan, kamera milik beberapa orang wartawan mengalami kerusakan karenanya.
Ironis, sejumlah warga di desa berbeda wilayah Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang mengkonsumsi pangan seadanya. Mereka makan ubi atau nasi aking lantaran tak mampu lagi membeli beras, termasuk raskin sekalipun yang memang sudah enam bulan belakangan ini belum dikucurkan lagi oleh Bulog.
Menyantap nasi sisa yang dikeringkan (nasi aking) untuk kemudian dimasak ulang dialami keluarga Lukman, warga Desa Pekayon. Kakek yang berprofesi sebagai buruh tani ini sesekali mengonsumsi nasi aking untuk bertahan hidup. Sama dengan itu, keluarga Tarsan,51, warga RT02/ 05, Desa Karang Serang Sukadiri Kabupaten Tangerang.“Kami terpaksa begini karena keadaan,” ucapnya pekan lalu.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wahyudi, mengatakan, penyelidikan penyelewengan raskin harus dilakukan hingga tuntas. Arif meyakini bahwa penyelewengan raskin tidak hanya terjadi di Kecamatan Sukadiri “Kejari perlu memeriksa seluruh kecamatan, termasuk penggunaan dana hasil penyelewengan raskin,” kata Arif. (denny irawan)
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Agus Sutoto menyatakan, penahanan dilakukan setelah semua unsur bukti mencukupi. “Mereka ditahan agar perbuatan tersangka tidak terulang kembali atau mempengaruhi saksi, dan menghilangkan bukti. Initinya untuk penyelidikan,” ujar Agus yang pernah menjabat sebagai hubungan masyarakat (humas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ini.
Setelah menjalani pemeriksaan, Camat Sukadiri langsung digelandang petugas Kejari pada pukul 16.15 WIB ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Pemuda kelas II sebagai tahanan titipan Kejari. “Penahanan dilakukan sejak hari ini (Kamis 3/4) hingga Rabu (16/4),” kata Agus, sambil menambahkan jika nanti masih diperlukan penahanan, maka waktu penahanan diperpanjang selama 20 hari.
Kajari mengatakan, tersangka terancam UU. No.31/199 Pasal 2 ayat (1) dan 3 jo Pasal 20/2001 tentang pemberantasan korupsi yang terkandung didalamnya setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup. “Selain menahan dia (Lizia Sobandi), kita juga menahan empat tersangka lainnya,” katanya.
Empat orang yang sebelumnya sudah berstatus tersangka dan kini ditahan itu yakni, Mantan Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Dulgani, Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso, dan dua orang lainnya yakni Muklis dan Aan Muliadi yang berperan sebagai penadah raskin tersebut.
Lizia Sobandi yang tiba di Kejari sejak pukul 10.00 WIB bersama pengacaranya menolak untuk memberikan keterangan kepada wartawan. “Tanya saja sama pengacara saya,” kata Lizia sebelum memasuki ruang pemeriksaan Kejari. Lizia yang menggunakan kemeja batik berwarna merah dengan wajah pucat.
Pengacara Lizia Sobandi, Deden Sukron mengatakan, pihaknya hanya memenuhi panggilan Kejari. “Kami memenuhi panggilan Kejari untuk kepentingan penyidikan,”singkatnya.
Seperti diketahui, Lizia Sobandi ditetapkan status tersangka oleh Kejari menyusul dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (SPP) bernomor 01/0.611/Fd.1/03/2008 pada Senin (3/3) yang ditandatangani Kajari Agus Sutoto.
Tersangka ditahan karena dugaan penyelewengan raskin selama enam bulan, yang perbulannya sebanyak 32 ton. Sebelumnya, Kajari mengatakan, kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan tersangka sekitar Rp700 juta. Penyelewengan terjadi, dengan modus raskin sebanyak 192 ton itu tidak disalurkan, melainkan menjual kepada pihak ketiga. Caranya, Mantan Kasi Kesos serta Kasi Kesos saat ini menjual raskin tersebut kepada Muhlis dan Aan Muliadi dengan harga perkilogram sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000. Hasil keuntungan dari penjual raskin tersebut kemudian dibagi-bagi, termasuk Camat Sukadiri Lizia Sobandi.
Sementara itu di Kajari sempat terjadi keributan antara istri Lizia Sobandi dengan Kasipidsus Rakhmat Hariyanto. Bahkan, kamera milik beberapa orang wartawan mengalami kerusakan karenanya.
Ironis, sejumlah warga di desa berbeda wilayah Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang mengkonsumsi pangan seadanya. Mereka makan ubi atau nasi aking lantaran tak mampu lagi membeli beras, termasuk raskin sekalipun yang memang sudah enam bulan belakangan ini belum dikucurkan lagi oleh Bulog.
Menyantap nasi sisa yang dikeringkan (nasi aking) untuk kemudian dimasak ulang dialami keluarga Lukman, warga Desa Pekayon. Kakek yang berprofesi sebagai buruh tani ini sesekali mengonsumsi nasi aking untuk bertahan hidup. Sama dengan itu, keluarga Tarsan,51, warga RT02/ 05, Desa Karang Serang Sukadiri Kabupaten Tangerang.“Kami terpaksa begini karena keadaan,” ucapnya pekan lalu.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wahyudi, mengatakan, penyelidikan penyelewengan raskin harus dilakukan hingga tuntas. Arif meyakini bahwa penyelewengan raskin tidak hanya terjadi di Kecamatan Sukadiri “Kejari perlu memeriksa seluruh kecamatan, termasuk penggunaan dana hasil penyelewengan raskin,” kata Arif. (denny irawan)
Senin, 24 Maret 2008
Tangerang Minta Pusat Menunda Penghentian Minyak Bersubsidi
Tangerang Minta Pusat Menunda Penghentian Minyak Bersubsidi
TANGERANG (SINDO)-Pemerintah Daerah (Pemda) Kota dan Kabupaten Tangerang meminta agar pemerintah pusat menunda keputusan penghentian pasokan minyak tanah bersubsidi ke daerah tersebut. Pasalnya, konversi minyak tanah ke gas di dua daerah itu belum merata.
Menurut Kabag Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang Saeful Rochman mengatakan, jika rencana penghentian pengiriman pasokan minyak tanah bersubsidi terhenti pada akhir April 2008 mendatang, masyarakat akan kesulitan. Sebab dari 145 ribu Kepala Keluarga (KK), yang belum masih tersisa 20%. "Pada dasarnya, kami setuju-setuju saja dengan rencana tersebut, namun kami juga meminta agar pihak pertamina segera menyelesaikan program konversi minyak tanah ke gas di kota ini. Jika itu sudah diselasaikan kami tentunya akan mendukung program tersebut," ujarnya, kemarin.
Kepala Seksi Pengadaan Barang, Penyaluran dan Pemantauan Harga Dinas Perindagkopar Kabupaten Tangerang Dewanto mengatakan, jika penghentian pasokan minyak tanah bersubsidi dilakukan pada akhir April nanti, masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya yang ada diwilayah Barat dan Utara, pasti akan mengalami kesulitan. Bagaimana tidak, lanjut Dewanto, sampai saat ini tidak ada satu orang pun di wilayah Barat dan Utara Kabupaten Tangerang, yang merasakan konversi minyak tanah ke gas.
Hingga saat ini pembagian tabung dan kompor gas gratis pengganti minyak tanah di Kabupaten Tangerang baru terealisasi 36% dari 746 ribu KK. "Atas dasar-dasar tersebut, kami meminta agar pemerintah pusat mau menunda pengehentian pengiriman minyak tanah bersubsidi sampai program konvensi benar-benar diselesaikan atau sampai masyarakat dinilai benar-benar siap menerima kebijakan pemerintah untuk menggantinya dengan minyak tanah non subsidi," ujar Dewanto.
Menurut Dewanto, untuk mencabut minyak tanah bersubsidi dan menggantinya dengan gas tidak dapat dilakukan seperti revolusi. "Apabila program konversi selesai semuanya, paling tidak butuh waktu 2 tahun untuk masyarakat menyesuaikan diri untuk benar-benar siap mengganti bahan bakar minyak tanah dengan gas yang harganya jauh lebih mahal," tandasnya. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Pemerintah Daerah (Pemda) Kota dan Kabupaten Tangerang meminta agar pemerintah pusat menunda keputusan penghentian pasokan minyak tanah bersubsidi ke daerah tersebut. Pasalnya, konversi minyak tanah ke gas di dua daerah itu belum merata.
Menurut Kabag Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang Saeful Rochman mengatakan, jika rencana penghentian pengiriman pasokan minyak tanah bersubsidi terhenti pada akhir April 2008 mendatang, masyarakat akan kesulitan. Sebab dari 145 ribu Kepala Keluarga (KK), yang belum masih tersisa 20%. "Pada dasarnya, kami setuju-setuju saja dengan rencana tersebut, namun kami juga meminta agar pihak pertamina segera menyelesaikan program konversi minyak tanah ke gas di kota ini. Jika itu sudah diselasaikan kami tentunya akan mendukung program tersebut," ujarnya, kemarin.
Kepala Seksi Pengadaan Barang, Penyaluran dan Pemantauan Harga Dinas Perindagkopar Kabupaten Tangerang Dewanto mengatakan, jika penghentian pasokan minyak tanah bersubsidi dilakukan pada akhir April nanti, masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya yang ada diwilayah Barat dan Utara, pasti akan mengalami kesulitan. Bagaimana tidak, lanjut Dewanto, sampai saat ini tidak ada satu orang pun di wilayah Barat dan Utara Kabupaten Tangerang, yang merasakan konversi minyak tanah ke gas.
Hingga saat ini pembagian tabung dan kompor gas gratis pengganti minyak tanah di Kabupaten Tangerang baru terealisasi 36% dari 746 ribu KK. "Atas dasar-dasar tersebut, kami meminta agar pemerintah pusat mau menunda pengehentian pengiriman minyak tanah bersubsidi sampai program konvensi benar-benar diselesaikan atau sampai masyarakat dinilai benar-benar siap menerima kebijakan pemerintah untuk menggantinya dengan minyak tanah non subsidi," ujar Dewanto.
Menurut Dewanto, untuk mencabut minyak tanah bersubsidi dan menggantinya dengan gas tidak dapat dilakukan seperti revolusi. "Apabila program konversi selesai semuanya, paling tidak butuh waktu 2 tahun untuk masyarakat menyesuaikan diri untuk benar-benar siap mengganti bahan bakar minyak tanah dengan gas yang harganya jauh lebih mahal," tandasnya. (denny irawan)
Polisi dan Pedagang Balaraja Bentrok

Polisi dan Pedagang Balaraja Bentrok
TANGERANG (SINDO)-Puluhan pedagang Pasar Balaraja Kabupaten Tangerang terlibat bentrok fisik dengan aparat kepolisian di kantor Bupati Tangerang, kemarin. Akibat bentrokan itu, dua pedagang dan satu anggota polisi terluka.
Aksi demonstrasi yang berjalan sejak pukul 10.00 -13.00 WIB itu tersulut karena dari pihak Pemkab Tangerang yang ditunggu para pedagang enggan menemui mereka. Setelah lama berorasi, aksi yang semula damai menjadi rusuh.
Pantauan SINDO, benturan berawal dari aksi teaterical yang memerankan pejabat Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugandhi yang dianggap para pedagang telah membuat “kusut” pembangunan Pasar Balaraja. Pada aksi itu, pedagang yang berperan sebagai Asda II dilempari pedagang dengan buah tomat.
Akibat aksi itu, suasana memanas, pasalnya buah tomat yang dilempar juga mengenai anggota polisi yang menjaga ketat aksi mereka. Setelah menyelesaikan aksi teaterical itu, para pedagang berdiri dan mendekatkan diri ke gedung bupati. Melihat itu, anggota kepolisian yang membentuk barikade barisan mencegah agar para pedagang tidak masuk. Bentrokan pun selama 10 menit tak dapat terelakan, polisi akhirnya berhasil memukul mundur para pedagang. Dua orang pedagang sempat dipukuli dan diamankan petugas polisi.
Wakapolsek Tigaraksa Iptu Kosasih mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas, selam aksi berjalan damai dirinya tidak akan mengusir mereka. Namun jika sudah anarkis, polisi akan bertindak tegas. “Satu orang anggota kami terluka, tangannya robek karena dipukul pedagang, sedangkan dua pedang yang kami amankan telah dilepas kembali,” katanya.
Sementara itu, pada aksi tersebut pedagang menuntut Pemkab Tangerang, khususnya Asda II Deden Sugandhi bertanggung jawab karena telah menyebabkan pasar itu terbengkalai karena belum juga dibangun kembali. “Pak Deden yang merekomendasikan PT Perdana Arta Carida (PAC) sebagai pengganti pengembang yang lama. Proyek ini syarat akan kepentingan dia. Akibatnya kami yang sudah bayar dirugikan,2003-saat ini belum juga dibangun,” ucap Ahmad Zamroni salah seorang pedagang pakaian, seraya menerangkan dari Rp70 juta/kios, ribuan pedagang sudah membayar 20-30%.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Entus Satibi berkomentar, DPRD sudah menekan pengembang yang baru untuk menyelesaikannya. Namun karena pada surat kontak tidak ada pengaturan tentang batas waktu, pihaknya terpaksa harus menunggu janji baru PT PAC yang rencananya akan menyelesaikannya pada tahun ini. “Masak kita tekan lagi, pengembang sudah memiliki niatan baik kok. Dan ini sudah bagus buat kami,” katanya.
Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugadhi saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya merasa ada kesalahan atas tuntutan para pedagang. “Saya tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini, justru kami malah berupaya mendorong agar pembangunan pasar itu dilanjutkan,” kilahnya.(denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Puluhan pedagang Pasar Balaraja Kabupaten Tangerang terlibat bentrok fisik dengan aparat kepolisian di kantor Bupati Tangerang, kemarin. Akibat bentrokan itu, dua pedagang dan satu anggota polisi terluka.
Aksi demonstrasi yang berjalan sejak pukul 10.00 -13.00 WIB itu tersulut karena dari pihak Pemkab Tangerang yang ditunggu para pedagang enggan menemui mereka. Setelah lama berorasi, aksi yang semula damai menjadi rusuh.
Pantauan SINDO, benturan berawal dari aksi teaterical yang memerankan pejabat Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugandhi yang dianggap para pedagang telah membuat “kusut” pembangunan Pasar Balaraja. Pada aksi itu, pedagang yang berperan sebagai Asda II dilempari pedagang dengan buah tomat.
Akibat aksi itu, suasana memanas, pasalnya buah tomat yang dilempar juga mengenai anggota polisi yang menjaga ketat aksi mereka. Setelah menyelesaikan aksi teaterical itu, para pedagang berdiri dan mendekatkan diri ke gedung bupati. Melihat itu, anggota kepolisian yang membentuk barikade barisan mencegah agar para pedagang tidak masuk. Bentrokan pun selama 10 menit tak dapat terelakan, polisi akhirnya berhasil memukul mundur para pedagang. Dua orang pedagang sempat dipukuli dan diamankan petugas polisi.
Wakapolsek Tigaraksa Iptu Kosasih mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas, selam aksi berjalan damai dirinya tidak akan mengusir mereka. Namun jika sudah anarkis, polisi akan bertindak tegas. “Satu orang anggota kami terluka, tangannya robek karena dipukul pedagang, sedangkan dua pedang yang kami amankan telah dilepas kembali,” katanya.
Sementara itu, pada aksi tersebut pedagang menuntut Pemkab Tangerang, khususnya Asda II Deden Sugandhi bertanggung jawab karena telah menyebabkan pasar itu terbengkalai karena belum juga dibangun kembali. “Pak Deden yang merekomendasikan PT Perdana Arta Carida (PAC) sebagai pengganti pengembang yang lama. Proyek ini syarat akan kepentingan dia. Akibatnya kami yang sudah bayar dirugikan,2003-saat ini belum juga dibangun,” ucap Ahmad Zamroni salah seorang pedagang pakaian, seraya menerangkan dari Rp70 juta/kios, ribuan pedagang sudah membayar 20-30%.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Entus Satibi berkomentar, DPRD sudah menekan pengembang yang baru untuk menyelesaikannya. Namun karena pada surat kontak tidak ada pengaturan tentang batas waktu, pihaknya terpaksa harus menunggu janji baru PT PAC yang rencananya akan menyelesaikannya pada tahun ini. “Masak kita tekan lagi, pengembang sudah memiliki niatan baik kok. Dan ini sudah bagus buat kami,” katanya.
Asda II Pemkab Tangerang Deden Sugadhi saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya merasa ada kesalahan atas tuntutan para pedagang. “Saya tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini, justru kami malah berupaya mendorong agar pembangunan pasar itu dilanjutkan,” kilahnya.(denny irawan)
Selasa, 18 Maret 2008
Gedung Pendataan TKI Pindah ke Selapajang
Gedung Pendataan TKI Pindah ke Selapajang
TANGERANG (SINDO)-Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara resmi memindahkan tempat pendataan pemulangan TKI dari Terminal III Bandara Soekarno-Hatta ke wilayah Selapajang, Kota Tangerang, kemarin.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eman Suparno mengatakan, dengan pemindahan gedung pendataan dan pemulangan ke lokasi yang baru itu membuktikan komitmen pemerintah terhadap peningkatan pelayanan terhadap TKI. “Selaku menteri yang membidangi ini, saya mengharapkan di gedung ini jangan ada lagi pemerasan dan penekanan terhadap pahlawan devisa, yakni TKI,” ucap Eman.
Eman juga mengatakan, seluruhnya harus tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pada aturan pemulangan. Pertama, untuk TKI mereka harus memilih perusahaan yang resmi. Kedua, lanjutnya, untuk jasa penjemputan harus professional, dan ketiga birokrasi pengurusan harus melayani dengan arif. “Jika tiga unsur ini dipenuhi, pasti dapat meminimalisir permasalahan,” katanya.
Ditanya soal lokasi gedung pendataan pemulangan TKI itu yang jauh dari bandara, Eman mengaku tidak ada diskriminasi. Lokasi gedung di sini telah dikaji, baik oleh Angkasa Pura II dan Bandan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Jangan bicara diskriminasi, saya kira itu tidak ada,” katanya.
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan, pada gedung baru seluas tiga hektare ini memiliki daya tampung sebanyak 2.000 orang. Itu, kata dia, belum termasuk pekerja yang melayani TKI. “Sedangakan setiap harinya TKI yang datang ke sini 800-900 orang. Ini jelas lebih leluasa dari gedung sebelumnya,” katanya. Saat ditanya berapa lama ideal TKI berada di gedung pendataan pemulangan itu, Jumhur mengatakan 3-4 Jam. Namun saat menteri berkunjung ke lokasi peristirahatan TKI di gedung itu, ditemukan sejumlah TKI yang menginap 1-2 hari. “Dia sedang menunggu harga tiket murah,” kilah Jumhur.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya berharap TKI tidak lagi mendapat tekanan.”Jangan ada tekanan lagi di sini,” katanya.
Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, gedung dan prasarana jalan di Selapajang itu menghabiskan dana sebesar Rp83,5 miliar. Fasilitas didalamnya terdapat ruang antri pendataan, ruang penyimpanan barang TKI, ruang operator angkutan, ruang pelayanan perjalanan, ruang pelayanan kesehatan, ruang pelayanan aduan, ruang tidur transit TKI, kantor bank, mushola, kantin, Wartel serta lahan parker berkapasitas 200 kendaraan.
Namun pantaun SINDO gedung itu belum dilengkapi Pos Polisi, tidak seperti di Terminal III sebelumnya. Selain itu, gedung itu terlihat lebih dekat ke perkampungan, jauh dari bandara. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara resmi memindahkan tempat pendataan pemulangan TKI dari Terminal III Bandara Soekarno-Hatta ke wilayah Selapajang, Kota Tangerang, kemarin.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eman Suparno mengatakan, dengan pemindahan gedung pendataan dan pemulangan ke lokasi yang baru itu membuktikan komitmen pemerintah terhadap peningkatan pelayanan terhadap TKI. “Selaku menteri yang membidangi ini, saya mengharapkan di gedung ini jangan ada lagi pemerasan dan penekanan terhadap pahlawan devisa, yakni TKI,” ucap Eman.
Eman juga mengatakan, seluruhnya harus tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pada aturan pemulangan. Pertama, untuk TKI mereka harus memilih perusahaan yang resmi. Kedua, lanjutnya, untuk jasa penjemputan harus professional, dan ketiga birokrasi pengurusan harus melayani dengan arif. “Jika tiga unsur ini dipenuhi, pasti dapat meminimalisir permasalahan,” katanya.
Ditanya soal lokasi gedung pendataan pemulangan TKI itu yang jauh dari bandara, Eman mengaku tidak ada diskriminasi. Lokasi gedung di sini telah dikaji, baik oleh Angkasa Pura II dan Bandan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Jangan bicara diskriminasi, saya kira itu tidak ada,” katanya.
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan, pada gedung baru seluas tiga hektare ini memiliki daya tampung sebanyak 2.000 orang. Itu, kata dia, belum termasuk pekerja yang melayani TKI. “Sedangakan setiap harinya TKI yang datang ke sini 800-900 orang. Ini jelas lebih leluasa dari gedung sebelumnya,” katanya. Saat ditanya berapa lama ideal TKI berada di gedung pendataan pemulangan itu, Jumhur mengatakan 3-4 Jam. Namun saat menteri berkunjung ke lokasi peristirahatan TKI di gedung itu, ditemukan sejumlah TKI yang menginap 1-2 hari. “Dia sedang menunggu harga tiket murah,” kilah Jumhur.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya berharap TKI tidak lagi mendapat tekanan.”Jangan ada tekanan lagi di sini,” katanya.
Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, gedung dan prasarana jalan di Selapajang itu menghabiskan dana sebesar Rp83,5 miliar. Fasilitas didalamnya terdapat ruang antri pendataan, ruang penyimpanan barang TKI, ruang operator angkutan, ruang pelayanan perjalanan, ruang pelayanan kesehatan, ruang pelayanan aduan, ruang tidur transit TKI, kantor bank, mushola, kantin, Wartel serta lahan parker berkapasitas 200 kendaraan.
Namun pantaun SINDO gedung itu belum dilengkapi Pos Polisi, tidak seperti di Terminal III sebelumnya. Selain itu, gedung itu terlihat lebih dekat ke perkampungan, jauh dari bandara. (denny irawan)
Gedung Pendataan TKI Pindah ke Selapajang
Gedung Pendataan TKI Pindah ke Selapajang
TANGERANG (SINDO)-Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara resmi memindahkan tempat pendataan pemulangan TKI dari Terminal III Bandara Soekarno-Hatta ke wilayah Selapajang, Kota Tangerang, kemarin.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eman Suparno mengatakan, dengan pemindahan gedung pendataan dan pemulangan ke lokasi yang baru itu membuktikan komitmen pemerintah terhadap peningkatan pelayanan terhadap TKI. “Selaku menteri yang membidangi ini, saya mengharapkan di gedung ini jangan ada lagi pemerasan dan penekanan terhadap pahlawan devisa, yakni TKI,” ucap Eman.
Eman juga mengatakan, seluruhnya harus tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pada aturan pemulangan. Pertama, untuk TKI mereka harus memilih perusahaan yang resmi. Kedua, lanjutnya, untuk jasa penjemputan harus professional, dan ketiga birokrasi pengurusan harus melayani dengan arif. “Jika tiga unsur ini dipenuhi, pasti dapat meminimalisir permasalahan,” katanya.
Ditanya soal lokasi gedung pendataan pemulangan TKI itu yang jauh dari bandara, Eman mengaku tidak ada diskriminasi. Lokasi gedung di sini telah dikaji, baik oleh Angkasa Pura II dan Bandan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Jangan bicara diskriminasi, saya kira itu tidak ada,” katanya.
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan, pada gedung baru seluas tiga hektare ini memiliki daya tampung sebanyak 2.000 orang. Itu, kata dia, belum termasuk pekerja yang melayani TKI. “Sedangakan setiap harinya TKI yang datang ke sini 800-900 orang. Ini jelas lebih leluasa dari gedung sebelumnya,” katanya. Saat ditanya berapa lama ideal TKI berada di gedung pendataan pemulangan itu, Jumhur mengatakan 3-4 Jam. Namun saat menteri berkunjung ke lokasi peristirahatan TKI di gedung itu, ditemukan sejumlah TKI yang menginap 1-2 hari. “Dia sedang menunggu harga tiket murah,” kilah Jumhur.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya berharap TKI tidak lagi mendapat tekanan.”Jangan ada tekanan lagi di sini,” katanya.
Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, gedung dan prasarana jalan di Selapajang itu menghabiskan dana sebesar Rp83,5 miliar. Fasilitas didalamnya terdapat ruang antri pendataan, ruang penyimpanan barang TKI, ruang operator angkutan, ruang pelayanan perjalanan, ruang pelayanan kesehatan, ruang pelayanan aduan, ruang tidur transit TKI, kantor bank, mushola, kantin, Wartel serta lahan parker berkapasitas 200 kendaraan.
Namun pantaun SINDO gedung itu belum dilengkapi Pos Polisi, tidak seperti di Terminal III sebelumnya. Selain itu, gedung itu terlihat lebih dekat ke perkampungan, jauh dari bandara. (denny irawan)
TANGERANG (SINDO)-Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara resmi memindahkan tempat pendataan pemulangan TKI dari Terminal III Bandara Soekarno-Hatta ke wilayah Selapajang, Kota Tangerang, kemarin.
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eman Suparno mengatakan, dengan pemindahan gedung pendataan dan pemulangan ke lokasi yang baru itu membuktikan komitmen pemerintah terhadap peningkatan pelayanan terhadap TKI. “Selaku menteri yang membidangi ini, saya mengharapkan di gedung ini jangan ada lagi pemerasan dan penekanan terhadap pahlawan devisa, yakni TKI,” ucap Eman.
Eman juga mengatakan, seluruhnya harus tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pada aturan pemulangan. Pertama, untuk TKI mereka harus memilih perusahaan yang resmi. Kedua, lanjutnya, untuk jasa penjemputan harus professional, dan ketiga birokrasi pengurusan harus melayani dengan arif. “Jika tiga unsur ini dipenuhi, pasti dapat meminimalisir permasalahan,” katanya.
Ditanya soal lokasi gedung pendataan pemulangan TKI itu yang jauh dari bandara, Eman mengaku tidak ada diskriminasi. Lokasi gedung di sini telah dikaji, baik oleh Angkasa Pura II dan Bandan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Jangan bicara diskriminasi, saya kira itu tidak ada,” katanya.
Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengatakan, pada gedung baru seluas tiga hektare ini memiliki daya tampung sebanyak 2.000 orang. Itu, kata dia, belum termasuk pekerja yang melayani TKI. “Sedangakan setiap harinya TKI yang datang ke sini 800-900 orang. Ini jelas lebih leluasa dari gedung sebelumnya,” katanya. Saat ditanya berapa lama ideal TKI berada di gedung pendataan pemulangan itu, Jumhur mengatakan 3-4 Jam. Namun saat menteri berkunjung ke lokasi peristirahatan TKI di gedung itu, ditemukan sejumlah TKI yang menginap 1-2 hari. “Dia sedang menunggu harga tiket murah,” kilah Jumhur.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, dirinya berharap TKI tidak lagi mendapat tekanan.”Jangan ada tekanan lagi di sini,” katanya.
Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, gedung dan prasarana jalan di Selapajang itu menghabiskan dana sebesar Rp83,5 miliar. Fasilitas didalamnya terdapat ruang antri pendataan, ruang penyimpanan barang TKI, ruang operator angkutan, ruang pelayanan perjalanan, ruang pelayanan kesehatan, ruang pelayanan aduan, ruang tidur transit TKI, kantor bank, mushola, kantin, Wartel serta lahan parker berkapasitas 200 kendaraan.
Namun pantaun SINDO gedung itu belum dilengkapi Pos Polisi, tidak seperti di Terminal III sebelumnya. Selain itu, gedung itu terlihat lebih dekat ke perkampungan, jauh dari bandara. (denny irawan)
Tersangka Kasus Raskin Bertambah
Tersangka Kasus Raskin Bertambah
TANGERANG (SINDO-Tersangka kasus beras miskin di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang bertambah empat orang. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Agus Sutoto menyatakan, empat orang yang sudah berstatus tersangka itu adalah Mantan Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Dulgani, Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso, dan dua orang lainnya yakni Muklis dan Aan Muliadi yang berperan sebagai penadah raskin tersebut. "Mulai saat ini keempat orang itu kami tetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan pendistribusian raskin selama enam bulan," katanya.
Menurut Kajari, penetapan mereka sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan Camat Sukadiri Lizia Sobandi yang sebelum telah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu. Pada pengembangan itu, tercium adanya konspirasi kelima orang ini untuk tidak menyalurkan beras miskin ke-8 desa se-Sukadiri.
Raskin sebanyak 192 ton tidak disalurkan, melainkan menjual kepada pihak ketiga. "Mantan Kasi Kesos serta Kasi Kesos saat ini menjual raskin tersebut kepada Muhlis dan Aan Muliadi dengan harga perkilogram sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000.Hasil keuntungan dari penjual raskin tersebut kemudian dibagi-bagi, termasuk Camat Sukadiri Lizia Sobandi," katanya. Saat ditanya kemungkinan di bagi juga ke pejabat dilingkungan Pemkab Tangerang, Agus mengaku akan terus mengembangkan kasus itu.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan, mereka dapat dijerat Pasal 2, 3, dan 9 UU tentang tindak pidana Korupsi. Selain itu, juga terjerat Pasal 55 KUHP karena turut serta bersama-sama merugikan negara dengan total hukuman penjara mencapai puluhan tahun dan denda sebanyak ratusan juta rupiah. "Kasus ini, masih terus kami kembangkan dan tidak tertutup kemungkinan Bulog juga akan diperiksa untuk dimintai keterangan seputar raskin tersebut, "ujarnya. Selain tengah menyelediki kasus tersebut, Rakhmat mengaku juga tengah memeriksa dua camat "Keduanya adalah Camat Teluknaga Deni Iskandar dan Camat Ciledug Lili Jairun, saat ini kami tengah meminta keterangan dari kepala desa atau lurah-lurah di kecamatan terkait," katanya.(denny irawan)
TANGERANG (SINDO-Tersangka kasus beras miskin di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang bertambah empat orang. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Agus Sutoto menyatakan, empat orang yang sudah berstatus tersangka itu adalah Mantan Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Dulgani, Kasi Kesos Kecamatan Sukadiri Badri Gatot Santoso, dan dua orang lainnya yakni Muklis dan Aan Muliadi yang berperan sebagai penadah raskin tersebut. "Mulai saat ini keempat orang itu kami tetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan pendistribusian raskin selama enam bulan," katanya.
Menurut Kajari, penetapan mereka sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan Camat Sukadiri Lizia Sobandi yang sebelum telah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu. Pada pengembangan itu, tercium adanya konspirasi kelima orang ini untuk tidak menyalurkan beras miskin ke-8 desa se-Sukadiri.
Raskin sebanyak 192 ton tidak disalurkan, melainkan menjual kepada pihak ketiga. "Mantan Kasi Kesos serta Kasi Kesos saat ini menjual raskin tersebut kepada Muhlis dan Aan Muliadi dengan harga perkilogram sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000.Hasil keuntungan dari penjual raskin tersebut kemudian dibagi-bagi, termasuk Camat Sukadiri Lizia Sobandi," katanya. Saat ditanya kemungkinan di bagi juga ke pejabat dilingkungan Pemkab Tangerang, Agus mengaku akan terus mengembangkan kasus itu.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tangerang Rakhmat Hariyanto mengatakan, mereka dapat dijerat Pasal 2, 3, dan 9 UU tentang tindak pidana Korupsi. Selain itu, juga terjerat Pasal 55 KUHP karena turut serta bersama-sama merugikan negara dengan total hukuman penjara mencapai puluhan tahun dan denda sebanyak ratusan juta rupiah. "Kasus ini, masih terus kami kembangkan dan tidak tertutup kemungkinan Bulog juga akan diperiksa untuk dimintai keterangan seputar raskin tersebut, "ujarnya. Selain tengah menyelediki kasus tersebut, Rakhmat mengaku juga tengah memeriksa dua camat "Keduanya adalah Camat Teluknaga Deni Iskandar dan Camat Ciledug Lili Jairun, saat ini kami tengah meminta keterangan dari kepala desa atau lurah-lurah di kecamatan terkait," katanya.(denny irawan)
Minggu, 09 Maret 2008
Berita bahagia bagi kaum marjinal
Semoga sekolah gratis untuk anak miskin dan kurang mampu bisa terealisasi sehingga semua anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
Informasi ini akan saya sebarkan ke teman teman saya, sekaligus saya menawarkan diri jika diperlukan tenaga administrasi atau apalah yang penting saya ingin sekali berpartisipasi dalam gerakan ini.
Karena saya juga punya keinginan untuk mengabdikan hidup saya dengan cara membantu anak anak kurang mampu mendapatkan pendidikan. Selain itu saya ingin memberikan informasi untuk sdr. Dian yang terkena kanker stadium 4, anda pernah mendengar terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technic).
Terapi ini berhasil menyembuhkan seorang ibu yang terkena kanker stadium 4. Dan saya juga saat ini sedang mencoba mengobati adik saya yang divonis menderita sizoprenia. Dan setelah diterapi SEFT alhamdulillah banyak kemajuan.
Untuk informasi apabila anda berminat tolong kontak saya di no. 081380387219 dengan saya Nining Nurhayati.
Saya juga akan mengikuti pelatihan SEFT karena menurut saya cara ini sangat efektif untuk mengobati penyakit apapun baik psikis maupun fisik. Tolong apabila anda tertarik dengan informasi ini hubungi saya.
Mengenai biayanya, tidak ditentukan, semampunya memberi saja. Demikian informasi ini semoga berguna, kepada sdr. Dian...sabarlah Tuhan pasti memberikan pertolongan.
Informasi ini akan saya sebarkan ke teman teman saya, sekaligus saya menawarkan diri jika diperlukan tenaga administrasi atau apalah yang penting saya ingin sekali berpartisipasi dalam gerakan ini.
Karena saya juga punya keinginan untuk mengabdikan hidup saya dengan cara membantu anak anak kurang mampu mendapatkan pendidikan. Selain itu saya ingin memberikan informasi untuk sdr. Dian yang terkena kanker stadium 4, anda pernah mendengar terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technic).
Terapi ini berhasil menyembuhkan seorang ibu yang terkena kanker stadium 4. Dan saya juga saat ini sedang mencoba mengobati adik saya yang divonis menderita sizoprenia. Dan setelah diterapi SEFT alhamdulillah banyak kemajuan.
Untuk informasi apabila anda berminat tolong kontak saya di no. 081380387219 dengan saya Nining Nurhayati.
Saya juga akan mengikuti pelatihan SEFT karena menurut saya cara ini sangat efektif untuk mengobati penyakit apapun baik psikis maupun fisik. Tolong apabila anda tertarik dengan informasi ini hubungi saya.
Mengenai biayanya, tidak ditentukan, semampunya memberi saja. Demikian informasi ini semoga berguna, kepada sdr. Dian...sabarlah Tuhan pasti memberikan pertolongan.
Langganan:
Postingan (Atom)
puteriku
Meidin Nazma Luthfiny
------tentang saya-------------
- densindo
- Saya adalah anak pertama dari tiga orang bersaudara,yakni Devie Indriyanti dan Galang Syifa Rachmadi. Orang tua saya berasal dari Jawa Barat tepatnya Sumedang. Ayah Saya bernama Chasli Sutisna dan Bunda saya Siti Nurjamilah. Sedangkan Istri tercinta bernama Revieta.
WEBSITE
Albert Einstein
Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
File Tulisan
- bandara (1)
- bea cukai (3)
- buaya (1)
- Buta Aksara (1)
- calon jamaah (1)
- grafis bea cukai (1)
- Jalan Alternatif (1)
- JALAN RUSAK (1)
- kanker (1)
- kebakaran (1)
- kokain (2)
- konversi minyak (1)
- Pasar (1)
- Pasar Balaraja (2)
- PERS (1)
- persaingan mal (1)
- pilkada (1)
- PLN (1)
- pokja (1)
- raskin (4)
- RS Honoris (1)
- sekolah rubuh (2)
- TKI (2)
- unis (2)
-
Selamat Datang di Blog Denny Irawan